Pertamina mengumumkan daftar harga BBM terbaru yang berlaku mulai 10 Juni 2026. (f: ai)
BATAM(marwahkepri.com) – PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian ini membuat harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex lebih murah di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Batam.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia, kondisi fiskal, serta daya beli masyarakat.
“Sesuai mekanisme yang berlaku, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty.
Di wilayah Pulau Jawa, harga Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Pertamina Dex juga mengalami penurunan dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter atau turun Rp3.650. Sementara Dexlite turun Rp3.300 per liter dari Rp23.000 menjadi Rp19.700.
Pertamina memastikan selain menawarkan harga yang lebih kompetitif, kualitas BBM tetap terjaga sesuai spesifikasi sehingga mampu memberikan performa kendaraan yang optimal dan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green belum mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada 10 Juni 2026. Demikian pula harga BBM subsidi Pertalite dan Biosolar masih tetap.
Khusus wilayah FTZ Batam, harga BBM per 1 Juli 2026 adalah sebagai berikut:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.500 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.350 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp18.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp20.100 per liter
Sedangkan untuk wilayah Kepulauan Riau di luar kawasan FTZ Batam, harga Pertamax tercatat Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp20.150, Dexlite Rp20.550, dan Pertamina Dex Rp22.100 per liter.
Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi sekaligus mendukung aktivitas transportasi dan distribusi di tengah fluktuasi harga energi global. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
