Bupati Karimun Iskandarsyah bahas relokasi pedagang sore ke Blok D

Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah saat pertemuan dengan pedagang sore membahas penataan dan relokasi pasar di Rumah Dinas Bupati, Jumat (3/4/2026). (Foto; timb)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah menggelar pertemuan bersama pedagang Pasar Sore di Rumah Dinas Bupati Karimun, Jumat (3/4/2026) guna membahas rencana penataan dan relokasi pasar sebagai bagian dari upaya pembenahan sektor perdagangan daerah.

Dalam arahannya, bupati menegaskan penataan pasar merupakan langkah strategis jangka panjang untuk membangun Kabupaten Karimun yang lebih tertib, maju, dan berdaya saing.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk membangun Karimun. Pasar menjadi salah satu indikator yang terus dipantau oleh pemerintah provinsi dan pusat, sehingga harus mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai pembeli,” ujar bupati.

Ia juga menyampaikan pemerintah daerah terus mendorong perputaran ekonomi, salah satunya melalui pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mencapai sekitar Rp 50 miliar guna menjaga daya beli masyarakat.

“Kami tidak ingin melihat pedagang tidak laku. Tapi mari kita juga berpihak pada kepentingan besar Karimun. Pasar yang rapi dan tertib akan menciptakan daya tarik dan mengundang masyarakat untuk berbelanja,” tambahnya.

Bupati juga mengajak para pedagang untuk mendukung penataan pasar dan memiliki keyakinan bahwa relokasi merupakan upaya bersama untuk membuka peluang ekonomi yang lebih baik.

“Rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Tugas kita adalah berusaha dan menjemputnya dengan cara yang baik. Pemerintah hadir untuk memastikan tempat usaha yang lebih layak dan mendukung,” tegasnya.

Ia menjelaskan penataan pasar merupakan bagian dari rencana besar pembangunan daerah, seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi di Karimun.

“Dulu Karimun hanya kecamatan, sekarang terus berkembang. Penduduk bertambah, aktivitas meningkat. Kalau tidak kita tata dari sekarang, ke depan akan menjadi persoalan,” jelasnya.

Bupati juga menyampaikan visi pemerintah daerah untuk menjadikan kawasan pasar sebagai pusat ekonomi modern yang terintegrasi dengan pelabuhan.

“Kita ingin pasar ini menjadi pusat ekonomi yang kuat. Bahkan ke depan, kita rancang menjadi pasar induk yang memiliki pelabuhan sendiri. Daerah maju dimulai dari penataan,” tutup bupati.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menegaskan pemerintah akan memperkuat regulasi tata kelola perdagangan agar tercipta ekosistem pasar yang adil, terutama bagi pedagang kecil.

“Agen besar tidak boleh berjualan eceran di ruang pedagang kecil. Semua harus berjalan sesuai porsinya agar adil. Tata kelola ini akan kita pertegas demi melindungi usaha masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan penataan ini tidak hanya relokasi, tetapi juga transformasi menuju budaya tertib sebagai fondasi kemajuan daerah.

“Kalau kita ingin Karimun maju, maka ketertiban harus menjadi budaya. Dari situ kepercayaan tumbuh, pembeli datang, dan ekonomi bergerak,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Kabupaten Karimun, H. M. Mahsun, S.H., menyampaikan kesiapan Blok D untuk menampung pedagang sore dinilai memadai.

“Jumlah pedagang sore terdiri dari 36 pedagang basah dan 46 pedagang kering. Saat ini tersedia 157 lapak di Blok D, dengan 60 lapak sudah ditempati dan masih tersisa 97 lapak yang siap digunakan, khususnya untuk pedagang kering,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan untuk pedagang basah telah dibangun 36 lapak baru dan seluruh pedagang basah telah menyatakan kesediaannya menempati lokasi tersebut. Sementara komunikasi dengan pedagang kering masih terus dilakukan secara persuasif agar seluruh pedagang dapat bergabung dalam program penataan pasar.

Terkait biaya, pemerintah melalui Perumda disebut memberikan kebijakan dispensasi sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang. MK-timb

Redaktur: Munawir Sani