WhatsApp Image 2026-05-12 at 11.21.31

Salah satu peneliti BRIN, Grace Aloina. (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dijadwalkan tiba di Kabupaten Natuna pada 18 Mei 2026 untuk melakukan riset terkait harga barang, khususnya bahan pokok yang masuk melalui program Tol Laut. Riset ini dilakukan guna memotret penyebab tingginya harga kebutuhan di wilayah perbatasan.

Kepala Syahbandar Ranai, Liber Hutahaean, membenarkan rencana kedatangan tim BRIN tersebut. Ia mengatakan riset akan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah melalui Disperindag, Sarana Bandar Nasional (SBN), dan Sarana Bandar Logistik (SBL).

“Iya benar, rombongan akan datang pada tanggal 18 Mei 2026 mendatang,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (12/05/2026).

Liber menjelaskan, tim BRIN yang akan turun ke Natuna terdiri dari sejumlah peneliti, yakni Dr. Ir. Johni Malisan sebagai Ahli Utama, Pihri, SE., M.I.D.E.C sebagai Ahli Muda, serta Grace Aloina Oh.D., Ahli Muda.

Salah satu peneliti BRIN, Grace Aloina, menyebut riset dilakukan karena fenomena harga barang di daerah yang kerap melonjak dibanding kota asal.

“Biasanya harga barang dari kota jika sampai ke suatu daerah melambung jauh,” ujarnya.

Baca Juga:  Tak Perlu Berlama-lama, Li Claudia Selesaikan Persoalan UWT Warga Puskopar

Grace menyampaikan, sebelum menuju Natuna tim BRIN telah melakukan kajian serupa di Kabupaten Pakpak Barat. Pendekatan tersebut akan diterapkan kembali untuk memetakan harga barang, jalur distribusi, serta faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Dan kita ke Natuna juga untuk melakukan hal yang sama. Kemarin pesawat kami terkendala sehingga jadwal diundur. Namun tanggal 18 nanti kami sudah berada di Natuna. Semoga semua berjalan lancar,” katanya.

Riset ini akan memotret alur distribusi barang dari pelabuhan hingga ke konsumen serta menelaah faktor biaya logistik, bongkar muat, dan kendala cuaca yang selama ini dinilai berpengaruh terhadap harga akhir di pasaran Natuna. MK-nang

Redaktur: Munawir Sani