Dilansir dari DailyMail, Clelia Verdier yang berasal dari Lyon, Prancis, membuka mata setelah tiga minggu koma pada 2025. Namun kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya justru mengejutkan tim medis.
Ia langsung menanyakan keberadaan ketiga putrinya, meski dalam kenyataannya remaja berusia 19 tahun itu belum pernah menikah maupun melahirkan.
Dokter kemudian menjelaskan bahwa seluruh pengalaman yang diingat Clelia hanya terjadi di alam bawah sadarnya selama koma. Meski begitu, Clelia mengaku semua kenangan tersebut terasa sangat nyata dan detail.
“Aku bisa merasakan begitu banyak hal. Ketika aku bermimpi tentang melahirkan, aku merasakan stres. Aku juga merasakan banyak rasa sakit,” ujarnya.
Dalam mimpi tersebut, Clelia merasa melahirkan bayi kembar tiga yang diberi nama Mila, Miles, dan Mailee. Ia bahkan mengingat salah satu bayinya meninggal dunia tak lama setelah lahir.
“Mailee meninggal tak lama setelah lahir. Aku merasa sangat sedih, diliputi kesedihan dan rasa bersalah,” katanya.
Clelia juga mengingat momen pertama menyentuh bayinya setelah melahirkan. Ia menyebut pengalaman itu dipenuhi rasa cinta yang luar biasa.
“Aku merasakan gelombang cinta yang luar biasa,” ungkapnya.
Bukan hanya proses melahirkan, Clelia mengaku mengingat berbagai aktivitas sehari-hari bersama anak-anaknya, mulai dari berjalan-jalan, makan bersama, hingga membacakan dongeng sebelum tidur.
Kisah ini bermula ketika Clelia mengalami koma setelah menjalani percobaan bunuh diri dengan mengonsumsi obat-obatan pada Juni 2025. Setelah berhasil diselamatkan, ia justru mengalami kesedihan mendalam karena harus kehilangan keluarga yang menurutnya pernah nyata.
“Sekarang aku merasa sangat terputus dari orang lain. Aku masih merindukan putri-putriku hingga hari ini,” tuturnya.
“Aku hidup sebagai seorang ibu, bahkan jika itu hanya mimpi. Dengan semua yang aku rasakan dan alami, aku akan selalu menjadi ibu mereka. Itu adalah satu-satunya realitaku untuk sementara waktu,” tambahnya.
Kasus Clelia Verdier kemudian ramai diperbincangkan publik dan dibandingkan dengan cerita fiksi seperti karakter Wanda Maximoff dalam dunia Marvel.
Para ahli neurologi menyebut pengalaman mimpi yang sangat nyata saat koma bukanlah hal yang sepenuhnya langka. Sebagian pasien koma dilaporkan mengalami mimpi yang terasa realistis dan emosional, sementara sebagian lainnya tidak mengingat apa pun setelah sadar. MK-w
Redaktur : Munawir Sani