Oknum Tukang Parkir di Batam Rudapaksa Gadis 13 Tahun, Korban Diancam Dibunuh Pelaku

07112024pelaku-rudapaksa-anak-di-bawah-umur-di-Batam

Pelaku rudapaksa anak di bawah umur ditangkap Polsek Bengkong. Pelaku sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir alias jukir. (f: doc)

BATAM (marwahkepri.com) – Kasus tindak asusila terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Batam.

Seorang gadis berinisial EL, yang baru berusia 13 tahun dan tinggal di kawasan Bengkong, menjadi korban rudapaksa oleh seorang pria berinisial A, yang bekerja sebagai tukang parkir (jukir) di Batam.

Perbuatan bejat pelaku dilakukan pada 8 Oktober 2024, di sebuah rumah kos-kosan yang terletak di kawasan Bengkong Indah.

Kasus ini bermula pada 7 Oktober 2024, ketika EL, yang masih berusia anak baru gede (ABG), meninggalkan rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB. Dua hari kemudian, pada 9 Oktober 2024, korban kembali ke rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB.

Setibanya di rumah, korban mengaku kepada keluarganya bahwa ia pergi bersama temannya. Namun, keluarga merasa curiga karena kondisi korban yang tampak berbeda. EL menjadi lebih pendiam dan sering terbaring lemas di rumah.

Setelah didesak, korban akhirnya mengungkapkan bahwa ia telah menjadi korban rudapaksa oleh A, yang merupakan teman dari temannya.

Korban juga mengaku bahwa pelaku sempat mengancam akan membunuhnya jika ia melaporkan kejadian tersebut. Kasus ini kini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Dilansir dari tribunbatam, Polsek Bengkong mengamankan pelaku Raja (24), beberapa hari setelah laporan masuk.

Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan mengatakan, pelaku sudah diamankan pihaknya.

“Pelaku sudah kita amankan, pelaku seorang petugas parkir. Kita tangkap di daerah Bengkong,” ujar Marihot, Kamis (7/11/2024).

Ia menyebut, laporan ini pertama kali dilaporkan oleh saudara korban untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan bagi korban.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam Pasal 81 Ayat (1) dan (2) juncto Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Kasus ini termasuk serius, dan pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun jika terbukti bersalah. MK-tb

Redaktur : Munawir Sani