1

BATAM (marwahkepri.com) – Laskar Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sukses menggelar agenda keagamaan perdana yang dikemas dalam bingkai Majelis Ilmu dan Doa. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kepala Divisi (Kadiv) Kerohanian dan Keagamaan DPP LMB Kepri, Muhammad Chandra, ini berlangsung dengan khidmat pada Kamis (4/6/2026) malam.

​Acara perdana ini bertempat di kediaman Bendahara Utama DPP LMB Kepri, Dato’ Ismail M. Don, yang berlokasi di Perumahan Puri Casablanca, Batam Center. Majelis ini direncanakan menjadi program rutin yang akan dilaksanakan secara bergilir, baik di kediaman pengurus maupun di masjid-masjid lingkungan setempat.

​Sinergi dan Silaturahim Lintas Pengurus

​Majelis Ilmu ini menjadi momentum berharga untuk mempererat tali silaturahim. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran pengurus dan anggota LMB, tidak hanya dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), melainkan juga Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Hal ini ditandai dengan hadirnya Panglima Sulung DPW LMB Kota Batam, Dato’ Lukman Hakim.

​Acara diawali dengan sambutan hangat dari Pembina Utama LMB Kepri, Dato’ HM. Alfan Suheiri, SE, MBA, yang kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Panglima Utama, Dato’ Farizal. Memasuki acara inti, suasana terasa semakin sejuk dan syahdu saat Ustadz Muhammad Chandra memimpin lantunan shalawat bersama seluruh jamaah yang hadir, sebelum akhirnya menyampaikan tausiah agamanya.

​Mengutamakan Ilmu di Atas Ibadah Lainnya

​Dalam tausiahnya, Ustadz Chandra menekankan betapa pentingnya kedudukan ilmu bagi seorang muslim. Ia menegaskan bahwa keutamaan ilmu melebihi ibadah lainnya, karena ibadah tanpa landasan ilmu akan menjadi sia-sia.

​Hal ini sejalan dengan adits Rasulullah SAW, ” Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga,” HR. Muslim.

​”Umat muslim, khususnya keluarga besar LMB Kepri, perlu mengetahui hal-hal yang paling dasar (basic) ini terlebih dahulu, sebagai fondasi yang kokoh sebelum kita mendalami bidang-bidang ilmu lainnya,” ujar Ustadz Chandra.

​Meluruskan Makna Ucapan Harian Umat Muslim

​Lebih lanjut, Ustadz Chandra mengajak para jamaah untuk membedah dan memahami kembali arti dari ucapan-ucapan islami yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun momen hari besar, agar tidak sekadar menjadi tradisi lisan, melainkan dihayati maknanya.

Masyaallah “Apa yang dikehendaki oleh Allah” (Ungkapan kekaguman atas kebesaran Allah terhadap sesuatu yang indah atau menakjubkan).
Sami’allahu liman hamidah “Allah mendengar terpujinya orang yang memuji-Nya” (Kalimat iktidal saat shalat).
Taqabbalallahu minna wa minkum “Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kamu sekalian” (Ucapan doa saat Hari Raya Idul Fitri).
Minal ‘aidin wal-faizin “Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (fitrah) dan orang-orang yang meraih kemenangan.”

Melalui peluncuran program Majelis Ilmu rutin ini, LMB Kepri berharap dapat terus mencetak kader-kader yang tidak hanya kuat secara organisasi dan kebudayaan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan pemahaman agama yang kuat. MK-r

Redaktur: Munawir Sani