Manajemen PT Desa Air Cargo Sebut Gudang yang Terbakar Berisi Limbah Non B3, Kerugian Capai Rp 26 Miliar

Direktur Utama PT Desa Air Mas, Kurniawan Chang di Restoran Sederhana, Batam Centre, Selasa, (24/6/2026). (Foto: mun)
BATAM (marwahkepri.com) – Manajemen PT Desa Air Cargo menegaskan bahwa lokasi kebakaran yang terjadi pada Senin malam (23/6/2025) di kawasan industri pengolahan limbah B3, Kabil tidak berkaitan dengan titik pemusnahan barang bukti narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Direktur Utama PT Desa Air Mas, Kurniawan Chang, menyatakan seluruh barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2 ton telah sepenuhnya dimusnahkan pada 12 Juni 2025 menggunakan mesin insinerator milik perusahaan.
“Seluruh barang bukti yang dibawa BNN sudah dimusnahkan dalam waktu empat jam. Lokasi insinerator kami jauh dari titik kebakaran yang terjadi semalam,” ujar Kurniawan saat ditemui di Batam Center, Selasa (24/6/2025).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Kawasan Pengelolaan Limbah Industri B3 (KPLI-B3) menghanguskan empat gudang penyimpanan, yakni gudang nomor 11, 9, 10, dan 12. Api diduga pertama kali muncul di gudang 11.
“Gudang-gudang ini berisi limbah non-B3 seperti pasir blasting, kain bekas, glasswool, dan sludge. Kain bekas jadi pemicu cepatnya penyebaran api,” jelas Kurniawan.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 26 miliar. Proses pendinginan baru rampung pada Selasa (24/6/2025), dan saat ini tim masih melakukan pengemasan ulang limbah tersisa untuk dikirim ke Jakarta.
“Kami langsung menurunkan alat berat untuk memisahkan limbah dari puing kebakaran,” tambahnya.
Guna mencegah dampak pencemaran lingkungan, PT Desa Air Cargo telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan DLHK pusat untuk pemulihan kawasan.
“Langkah-langkah tanggap darurat langsung kami ambil, termasuk penanganan limbah yang tersisa dan antisipasi dampak lingkungan,” ucap Kurniawan.
Untuk sementara, operasional perusahaan dihentikan selama satu hari pada Selasa (24/6/2025). Namun, pelayanan akan kembali berjalan normal pada Rabu (25/6/2025).
“Kami setop operasional hari ini saja. Besok kami sudah mulai menerima kembali pengambilan limbah, jadi customer tidak perlu khawatir,” pungkasnya. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani