Asia Timur Masih Dominasi Negara dengan Rata-rata IQ Tertinggi
Ilustrasi otak. (f: net)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Negara-negara Asia Timur masih mendominasi daftar negara dengan rata-rata intelligence quotient (IQ) tertinggi di dunia. Sementara itu, Indonesia belum masuk jajaran teratas dan masih terpaut cukup jauh dari negara-negara dengan skor IQ tertinggi secara global.
IQ merupakan indikator yang kerap digunakan untuk mengukur kemampuan intelektual seseorang, mulai dari penalaran logis, daya ingat, hingga kemampuan memecahkan masalah. Dalam skala nasional, rata-rata IQ sering dijadikan gambaran umum kualitas kognitif penduduk suatu negara, meski hasilnya tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor non-teknis.
Tes IQ sendiri pertama kali dikembangkan pada awal abad ke-20 oleh psikolog asal Prancis, Alfred Binet. Awalnya, tes ini dirancang untuk membantu pemerintah Prancis mengidentifikasi siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan tambahan setelah diterapkannya wajib belajar. Seiring waktu, metode pengukuran IQ berkembang dan digunakan secara luas di berbagai negara, baik untuk kepentingan pendidikan maupun dunia kerja.
Saat ini, skor IQ rata-rata suatu negara kerap dijadikan alat pembanding antarnegara. Namun para ahli menekankan bahwa data tersebut harus dibaca dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, kualitas sistem pendidikan, serta akses terhadap sumber belajar yang tidak selalu merata.
Berdasarkan data World Population Review, rata-rata IQ penduduk Indonesia berada di angka 93. Angka ini berada cukup jauh di bawah negara-negara dengan skor IQ tertinggi yang berada di kisaran 105 hingga 107. Indonesia tercatat berada di peringkat sekitar 90 dunia.
Daftar negara dengan rata-rata IQ tertinggi masih didominasi kawasan Asia Timur. Faktor seperti budaya belajar yang kuat, penekanan pendidikan sejak usia dini, serta dukungan lingkungan yang kompetitif dinilai berkontribusi terhadap capaian tersebut.
China, Taiwan, dan Hong Kong sama-sama mencatat skor IQ rata-rata 107 dan berada di posisi teratas. Disusul Makau, Korea Selatan, Jepang, dan Iran dengan skor 106. Singapura berada di peringkat berikutnya dengan skor 105, sementara Rusia dan Mongolia melengkapi daftar 10 besar dengan skor 103.
Meski demikian, para pakar menilai kualitas sumber daya manusia tidak semata-mata ditentukan oleh IQ. Faktor lain seperti kecerdasan emosional, kreativitas, ketangguhan mental, serta kemampuan sosial juga memiliki peran penting dalam menentukan daya saing dan kualitas hidup masyarakat. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
