Demo Krisis Air, Warga Sindir Sikap Anggota DPRD Batam

39c66703-132c-4b48-b75f-b5822693f914

Suasana Rapat Dengar Pendapat antara warga dengan anggota DPRD Batam, Ruslan Sinaga, Kamis (f: 22/01/2026) (f: mun)

BATAM (marwahkepri.com) – Ratusan warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, mendatangi Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (22/1/2026), untuk menyuarakan keluhan terkait krisis air bersih yang sudah lama mereka alami. Namun dari 50 anggota DPRD Batam, hanya satu orang yang menemui massa aksi, yakni Ruslan Sinaga dari Partai Hanura, wakil daerah pemilihan Bengkong–Batu Ampar.

Minimnya kehadiran anggota dewan tersebut memicu kekecewaan warga. Dalam orasinya, salah satu orator menilai anggota DPRD Batam kerap dekat dengan masyarakat hanya saat momentum politik tertentu.

“Setiap mendekati pemilihan, mereka rajin datang ke rumah warga. Tapi ketika hak dasar masyarakat tidak terpenuhi, justru tidak satu pun yang muncul,” ujar orator di hadapan massa.

Meski demikian, warga menyampaikan masih ada sedikit apresiasi atas kehadiran Ruslan Sinaga.

“Kami jelas kecewa karena hampir semua anggota DPRD Batam tidak ada di sini. Tapi setidaknya masih ada satu wakil rakyat yang mau mendengar langsung keluhan kami,” kata Samsudin.

Samsudin menjelaskan bahwa aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang ingin disampaikan langsung kepada DPRD Batam.

“Kami datang bukan hanya untuk berteriak, tapi meminta sikap dan tanggung jawab DPRD Batam atas persoalan air ini,” ujarnya.

Tuntutan pertama, warga meminta anggota DPRD Batam ikut merasakan dampak krisis air yang dialami masyarakat.

“Kalau warga Sengkuang tidak mendapat air, seharusnya anggota dewan juga merasakan hal yang sama,” tegas Samsudin.

Selain itu, warga mendesak DPRD Batam memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari solusi konkret agar air bersih kembali mengalir.

“Kami ingin DPRD benar-benar menggunakan kewenangannya, bukan hanya mendengar lalu diam,” katanya.

Warga juga menyampaikan ultimatum agar anggota DPRD Batam mengundurkan diri apabila tidak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kalau tuntutan ini tidak bisa diperjuangkan, berarti DPRD Batam gagal menjalankan amanah rakyat,” ucap Samsudin.

Dalam aksi tersebut, warga meminta komitmen tertulis dari DPRD Batam.

“Kami hanya minta kejelasan dan tanda tangan sebagai bukti sikap DPRD terhadap persoalan ini,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ruslan Sinaga mengatakan bahwa persoalan krisis air perlu dibahas lebih lanjut melalui mekanisme di DPRD Batam.

“Saya mengajak perwakilan warga untuk duduk bersama dan membahasnya secara resmi di dalam forum DPRD,” kata Ruslan. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani