Investasi Rp 4 Triliun, Sailun Resmi Mulai Produksi Ban di Demak

sailun-merek-ban-dari-china-1768717312455

Sailun, Merek Ban dari China Foto: M Luthfi Andika/detikOto

JAKARTA (marwahkepri.com) – Setelah pembangunan yang dimulai pada 2024 dengan nilai investasi mencapai Rp 4 triliun, produsen ban asal China, Sailun, akhirnya memasuki tahap operasional. Pabrik barunya yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah, kini siap memulai kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun regional.

Presiden Sailun Group, Xie Xiao Hong, menyatakan bahwa kehadiran pabrik di Indonesia merupakan bagian dari strategi global perusahaan. Menurutnya, Sailun ingin memperkuat posisi di pasar Asia Tenggara melalui basis manufaktur yang kompetitif.

“Kami akan memperkenalkan strategi pasar Sailun di Indonesia, sekaligus menunjukkan kapabilitas manufaktur dan rencana jangka panjang kami. Sailun berkomitmen menjalankan strategi globalisasi,” ujar Hong.

Ia menambahkan, sejak 2022 Sailun meyakini bahwa kualitas produk menjadi fondasi utama dalam membangun nilai merek. Indonesia dinilai sebagai pasar strategis yang tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi hub untuk kawasan regional.

Pabrik di Demak ini tercatat sebagai pabrik Sailun ke-7 di dunia. Secara global, Sailun telah memiliki sembilan fasilitas produksi yang tersebar di China, Kamboja, Meksiko, Indonesia, dan Mesir. Produk Sailun saat ini telah dipasarkan di lebih dari 180 negara.

Direktur PCR/TBR PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, mengungkapkan bahwa dalam satu dekade terakhir, Sailun mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan perusahaan meningkat dari USD 296 juta pada 2008 menjadi USD 4,38 miliar pada 2022.

“Sailun kini berada di peringkat ke-10 merek ban dunia dan menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat secara global. Kami juga memiliki empat pusat riset dan pengembangan (R&D),” kata Eko.

Untuk kapasitas produksi, pabrik Sailun Manufacturing Indonesia mampu memproduksi 3,6 juta ban kendaraan penumpang (PCR), 600 ribu ban truk dan komersial (TBR), 37 ribu ton ban alat berat dan pertambangan (OTR), serta 1,5 juta unit ban dalam (tube) setiap tahunnya. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani