Pencarian Warga Hilang di Perairan Berakit Bintan Ditutup, Korban Tak Ditemukan hingga Operasi SAR Hari Ketujuh
Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga melaksanakan musyawarah terkait ditutupnya operasi SAR pencarian TOP, Senin (12/1/2026). (Foto: YR)
BINTAN (marwahkepri.com) – Tim SAR Gabungan resmi mengusulkan penutupan operasi pencarian terhadap seorang warga bernama TOP (50) yang dilaporkan hilang saat mencari ketam bakau di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan. Hingga hari ketujuh pencarian, korban belum ditemukan.
Operasi SAR pada Senin, 12 Januari 2026, dilakukan sejak pagi hari dengan membagi area pencarian menjadi dua sektor. Penyisiran laut menggunakan tiga unit rubber boat difokuskan di Perairan Teluk Berakit, Pulau Sumpat hingga kawasan Mangrove Park. Sementara itu, tim lainnya melakukan penyisiran pesisir, perairan dangkal, dan hutan mangrove menggunakan sampan nelayan serta drone.
Pemantauan udara dengan drone thermal dimaksimalkan untuk menembus keterbatasan jarak pandang di kawasan mangrove yang cukup rapat. Namun hingga pukul 16.30 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Memasuki pukul 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga melaksanakan musyawarah dan debriefing. Berdasarkan kesepakatan bersama, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, mengingat pencarian telah memasuki hari ketujuh tanpa ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Operasi pencarian akan dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.
Korban diketahui dilaporkan hilang sejak Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, saat mencari ketam bakau menggunakan sampan dalam kondisi air surut. Warga setempat sempat melakukan pencarian awal dan menemukan sampan serta alat tangkap korban di tepi pantai.
Informasi resmi kejadian diterima Basarnas Tanjungpinang pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 11.30 WIB, dari BPBD Kabupaten Bintan. Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas Tanjungpinang, TNI AL, Polair, KPLP, BPBD Bintan, BPBD Provinsi Kepri, Tagana, PMI, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. MK-YR
Redaktur: Munawir Sani
