Fragmen Logam 500 Kg Diduga Puing Antariksa Terdampar di Pantai Malaysia
Benda asing seberat 500 kg yang ditemukan di area pesisir Kampung Tanjung, Pekan, Pahang, Malaysia, Rabu (31/12/2025), diduga berasal dari luar angkasa.(BERNAMA)
PAHANG(marwahkepri.com) – Sebuah obyek misterius yang diduga berasal dari luar angkasa ditemukan di kawasan pesisir Kampung Tanjung, Pekan, Negara Bagian Pahang, Malaysia. Temuan ini dilaporkan pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 17.00 waktu setempat oleh petugas Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) Malaysia.
Kepala Kepolisian Distrik Pekan, Superintendan Mohd Zaidi Mat Zin, menyampaikan bahwa obyek tersebut berupa fragmen logam berukuran besar yang diduga jatuh ke laut sebelum akhirnya terdampar di pantai akibat arus laut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, fragmen itu memiliki panjang sekitar 4,26 meter, lebar 3,64 meter, dan berat diperkirakan mencapai 500 kilogram.
Kondisi permukaan obyek tampak ditumbuhi teritip, yang mengindikasikan bahwa benda tersebut telah berada cukup lama di dalam air laut sebelum ditemukan. Menyikapi temuan ini, sejumlah lembaga terkait langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Divisi Otoritas Antariksa MOSTI, Departemen Energi Atom Malaysia, dan Badan Antariksa Malaysia telah melakukan pemeriksaan terhadap obyek tersebut,” ujar Mohd Zaidi. Ia menegaskan bahwa hasil pengujian sementara memastikan obyek tersebut tidak mengandung unsur radiasi dan dinyatakan aman bagi lingkungan sekitar.
Untuk kepentingan penyelidikan lanjutan, fragmen misterius tersebut telah diamankan dan dipindahkan ke Kantor Polisi Nenasi oleh petugas dari lembaga terkait. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan benda serupa di wilayah lain guna mencegah potensi risiko serta mempercepat proses identifikasi.
Penemuan benda yang diduga berasal dari luar angkasa ini menambah daftar kejadian serupa di kawasan Asia Tenggara. Dalam kurun waktu 2018 hingga 2022, tercatat sedikitnya tiga satelit milik China jatuh ke Bumi, dengan puing-puingnya ditemukan di sejumlah wilayah perairan, termasuk Samudra Pasifik, Samudra Hindia, perairan Sarawak di Malaysia, hingga Kalimantan di Indonesia. MK-komp
Redaktur : Munawir Sani
