SMP Negeri 3 Lingga Tembus Batas Digital, Sukses Gelar Ujian Akhir Berbasis Online

IMG-20250505-WA0001

LINGGA (marwahkepri.com) – Di tengah tantangan keterbatasan infrastruktur digital di wilayah pesisir, SMP Negeri 3 Lingga mencatat sejarah baru dengan sukses melaksanakan Assessment Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) secara online. Ujian ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX sebagai evaluasi akhir penentu kelulusan setelah tiga tahun menempuh pendidikan.

Transformasi digital ini menjadi lompatan besar bagi SMP Negeri 3 Lingga, yang sebelumnya berada di wilayah dengan akses internet terbatas. Namun berkat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lingga, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), serta dukungan teknis dari Telkomsel, sekolah kini telah memiliki jaringan internet yang memadai untuk melaksanakan ujian daring tanpa hambatan.

Kepala SMP Negeri 3 Lingga, Jerun, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang terlibat.

“Kami sangat bersyukur kepada Pemerintah Kabupaten Lingga yang telah memberikan perhatian penuh, khususnya melalui Dinas Kominfo, Disdikpora, serta pihak Telkomsel. Dengan bantuan pembangunan tower triangle penangkap sinyal di lingkungan sekolah, kami kini dapat menyelenggarakan assessment online dengan lancar,” ujarnya penuh semangat.

Pelaksanaan ASAJ online ini tidak hanya menjadi penanda kemajuan teknologi di sekolah, tetapi juga membuka babak baru dalam sistem pendidikan di daerah terpencil. Siswa kini dapat mengakses soal ujian melalui perangkat digital, sementara guru dapat memantau serta merekap hasil ujian secara cepat dan real-time.

Tak hanya dari sisi teknis, transformasi ini juga membawa dampak positif pada semangat guru dan siswa.

“Ini menjadi motivasi besar bagi kami para pendidik. Kami jadi lebih terdorong untuk terus belajar, berinovasi, dan memanfaatkan media digital dalam proses belajar mengajar,” tambah Jerun.

Para siswa pun tampak antusias mengikuti proses assessment berbasis digital. Meski sebagian masih baru mengenal sistem ini, pendampingan intensif dari guru membuat proses berjalan lancar. Metode ini tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi untuk hal yang produktif.

Ke depan, pihak sekolah berharap pelaksanaan ujian daring tidak hanya terbatas pada kelas IX, namun bisa diterapkan secara menyeluruh pada seluruh jenjang — mulai dari kelas VII hingga kelas VIII.

“Dengan infrastruktur yang semakin siap dan semangat yang terus menyala, kami optimistis SMP Negeri 3 Lingga akan menjadi pelopor digitalisasi pendidikan di Kabupaten Lingga,” tutup Jerun.

Transformasi digital di SMP Negeri 3 Lingga menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk maju. Dengan sinergi, visi, dan kemauan kuat, pendidikan yang modern, inklusif, dan adaptif dapat terwujud di mana saja — termasuk di ujung terluar negeri. (mk/willy)