Tesla Batalkan Rencana Pabrik di Indonesia, Thailand, dan Malaysia

Marwahkepri.com – Tesla dilaporkan membatalkan rencana untuk mendirikan pabrik kendaraan listrik di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Media lokal Thailand, The Nation Thailand, mengungkapkan bahwa keputusan ini juga berlaku untuk Thailand, dengan fokus perusahaan yang kini hanya pada pengembangan stasiun pengisian daya.

Sumber dari Gedung Pemerintah Thailand menyatakan, “Tesla saat ini hanya membahas stasiun pengisian daya. Rencana pabrik yang ditangguhkan tidak hanya berlaku di Thailand, tetapi juga di Malaysia, Indonesia, dan di mana pun kecuali China, Amerika, dan Jerman.”

Keputusan Tesla untuk membatalkan investasi ini muncul setelah pembubaran tim eksekutifnya, sebagai bagian dari penarikan investasi perusahaan di Asia dan sekitarnya. Tesla sebelumnya juga mengumumkan penghentian rencana pembangunan gigafactory di Meksiko, menunggu hasil pemilihan presiden AS yang dipengaruhi oleh janji kandidat Donald Trump untuk mengenakan tarif 100 persen pada kendaraan buatan Meksiko.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa Tesla tidak akan membangun pabrik dalam waktu dekat dan Indonesia akan menawarkan peluang investasi lain, khususnya di sektor hilirisasi nikel.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia tidak bergantung pada satu atau dua merek untuk investasi mobil listrik. Jokowi menyebutkan bahwa saat ini sudah ada pabrikan asal Korea Selatan Hyundai, serta investasi dari Wulling, BYD, VinFast, dan Chery di Indonesia.

“Setelah Indonesia membangun industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, investor akan datang dengan sendirinya. Kita harus optimis bahwa dengan pembangunan industri yang baik dan efisien, investor akan mencari kita,” ungkap Jokowi. Mk-dtc

 

Redaktur: Munawir Sani