Solidaritas KERABAT–BARKAD, Dampingi Amdi Jukir Korban Kekerasan
Ketua Harian KERABAT Amuri bersama Ketua BARKAD Satria saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Minggu (25/8/2026) (f: nang)
BATAM (marwahkepri.com) — Kepedulian dan solidaritas terhadap anggota kembali ditunjukkan oleh pengurus Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Kabupaten Karimun–Batam (KERABAT) bersama Barisan Keamanan Daerah (BARKAD). Kedua organisasi tersebut menyerahkan santunan kepada Amdi (40), juru parkir yang sempat viral setelah menjadi korban pengeroyokan di kawasan Ocarina, Bengkong, Kota Batam.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis di sela-sela Rapat Kerja (Raker) Pengurus KERABAT–BARKAD yang berlangsung di ruang VIP Rumah Makan Tigo Sambilan, Bengkong, Minggu (25/8/2026). Santunan diserahkan langsung oleh Ketua Harian KERABAT Amuri, SE, MH bersama Ketua BARKAD Satria kepada Amdi, yang diketahui merupakan anggota aktif kedua organisasi tersebut.
Ketua Harian KERABAT Amuri, SE, MH menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk empati sekaligus tanggung jawab moral organisasi terhadap anggota yang tertimpa musibah.
“KERABAT adalah rumah besar bagi anggotanya. Ketika ada anggota yang tertimpa musibah, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil,” ujar Amuri.
Ia menambahkan, pihak KERABAT–BARKAD juga telah menunjuk Zabur Anjasfianto dan Hari Bambang Wahyudi untuk mendampingi Amdi dalam proses hukum. Kedua nama tersebut akan diajukan ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam agar menjadi satu tim pendamping hukum guna mengawal kasus tersebut hingga tuntas.
Senada dengan itu, Ketua BARKAD Satria menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap warga, terlebih terhadap petugas yang tengah menjalankan tugas resmi.
“Kami berharap kasus ini ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum. Ke depan, harus ada jaminan keamanan bagi juru parkir yang bekerja berdasarkan surat tugas resmi,” tegas Satria.
Sementara itu, Ketua Umum KERABAT–BARKAD Muhammad Fadhli, SE, MM menyatakan bahwa peristiwa yang dialami Amdi menjadi perhatian serius organisasi. Ia menegaskan komitmen KERABAT–BARKAD untuk berdiri bersama anggota serta mendorong penegakan hukum yang adil.
“Apa yang dialami saudara Amdi tidak boleh terulang. Organisasi tidak boleh diam ketika anggotanya menjadi korban kekerasan. Kami akan mengawal proses hukum agar ada kepastian dan rasa keadilan,” ujar Fadhli.
Fadhli juga meminta instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan Kota Batam dan aparat kepolisian, agar memberikan perlindungan maksimal bagi petugas parkir yang menjalankan tugas resmi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Amdi turut menyampaikan kronologi kejadian yang dialaminya. Ia mengaku baru tiga hari bertugas sebagai juru parkir di kawasan Ocarina, Bengkong, setelah sebelumnya bertugas di kawasan BRI Botania 1, Batam Center. Pemindahan tugas tersebut dilakukan berdasarkan surat tugas resmi dari Dinas Perhubungan Kota Batam menyusul perpindahan kantor BRI dari lokasi lama.
“Saya baru tiga hari bertugas. Saat mengatur parkir, tiba-tiba ada beberapa orang yang memprotes dan melarang saya menarik retribusi,” ungkap Amdi.
Menurutnya, meski telah menunjukkan surat tugas dari Dishub Batam, sekelompok orang tersebut justru marah dan melakukan pengeroyokan. Ia juga menyebut bahwa adik laki-lakinya yang datang untuk melerai turut menjadi korban pemukulan.
“Saya dipukul ramai-ramai. Di video yang beredar hanya terlihat dua orang, padahal yang memukul saya lebih dari itu,” katanya.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Bengkong dengan pendampingan koordinator lapangan juru parkir. Amdi mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari penyidik.
Akibat kejadian tersebut, Amdi belum kembali bekerja dan masih mengalami trauma. Ia berharap adanya jaminan keamanan dari Dishub Kota Batam dan pihak kepolisian agar dapat kembali menjalankan tugasnya tanpa rasa takut. MK-nang
Redaktur : Munawir Sani
