Dua Jenderal Top China Diselidiki, Diduga Terkait Kasus Korupsi
Presiden China, Xi Jinping. (F: Ist)
BEIJING (marwahkepri.com) — Pemerintah China tengah menyelidiki dua jenderal berpengaruh di jajaran militer negara tersebut atas dugaan “pelanggaran disiplin serius” yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi.
Kementerian Pertahanan China dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC) Zhang Youxia serta pejabat tinggi militer lainnya, Liu Zhenli, telah resmi menjadi subjek penyelidikan.
“Setelah peninjauan, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan China, seperti dikutip dari AFP.
Zhang Youxia, berusia 75 tahun, merupakan salah satu jenderal berpangkat tertinggi di China dan menjabat sebagai Wakil Ketua CMC. Ia juga tercatat sebagai anggota Politbiro Partai Komunis China, lembaga eksekutif tertinggi yang beranggotakan 24 orang dan memiliki pengaruh besar dalam pengambilan kebijakan negara.
Sementara itu, Liu Zhenli yang berusia 61 tahun menjabat sebagai Kepala Staf Departemen Gabungan CMC, posisi strategis yang bertanggung jawab atas perencanaan dan koordinasi operasi militer.
Isu penyelidikan terhadap keduanya mencuat setelah Zhang Youxia dan Liu Zhenli diketahui absen dari sejumlah pertemuan resmi penting yang dipimpin langsung oleh Presiden China Xi Jinping dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden Xi Jinping sebelumnya menegaskan bahwa korupsi merupakan “ancaman terbesar” bagi Partai Komunis China. Ia menyatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi di tubuh partai dan militer merupakan perjuangan yang serius dan kompleks.
China sendiri gencar melakukan pembersihan internal di tubuh militer. Pada Oktober 2025, pemerintah mengumumkan penyelidikan terhadap sembilan pejabat militer, yang berujung pada pemecatan dua jenderal tinggi, yakni mantan Wakil Ketua CMC He Weidong dan mantan Kepala Departemen Kerja Politik Militer Miao Hua.
Sebelumnya, pada 2024, mantan Menteri Pertahanan China Li Shangfu juga dipecat dan dikeluarkan dari Partai Komunis atas dugaan penyuapan. Pendahulunya, Wei Fenghe, mengalami nasib serupa dan telah diserahkan ke kejaksaan untuk proses hukum. MK-cnn
Redaktur : Munawir Sani
