Wisatawan Singapura jadi Korban Pencopetan di Pasar Jodoh Batam, Kerugian Rp 25 Juta

fbfb

Seorang wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura menjadi korban pencopetan saat berkeliling di Pasar Jodoh, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (23/1/2026) siang.  (Foto: TikTok Infokepri)

BATAM (marwahkepri.com) – Seorang wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura menjadi korban pencopetan saat berkeliling di Pasar Jodoh, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (23/1/2026) siang.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial dengan narasi kerugian mencapai 32.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 400 juta. Namun, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026) malam. Ia menjelaskan bahwa korban kehilangan uang tunai sebesar 1.700 dolar Singapura dan Rp 3,2 juta, dengan total kerugian sekitar Rp 25 juta.

“Berdasarkan hasil wawancara dengan korban, uang yang hilang adalah 1.700 dolar Singapura dan Rp 3,2 juta. Total sekitar Rp 25 juta,” jelas Kompol Debby.

Meski korban belum membuat laporan polisi secara resmi, aparat kepolisian tetap melakukan langkah proaktif. Personel Polsek Lubuk Baja mendatangi korban untuk meminta keterangan serta menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Korban tidak membuat laporan, namun anggota Polsek Lubuk Baja sudah jemput bola dengan menemui korban dan meminta keterangan,” ujarnya.

Dari keterangan korban, pencopetan terjadi saat ia sedang berkeliling seorang diri. Korban tiba-tiba didatangi seorang pria yang diduga pelaku dan menawarkan jasa pijat kaki secara paksa sambil memegang kaki korban. Korban yang menolak kemudian meronta hingga pelaku melarikan diri.

“Setelah pelaku pergi, korban baru menyadari dompet yang berada di saku celananya telah hilang,” kata Debby.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku berdasarkan ciri-ciri yang telah dikantongi dari keterangan korban dan saksi di lokasi kejadian.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan, agar lebih waspada saat berada di lokasi ramai dan segera melapor ke pihak berwajib apabila mengalami atau melihat tindak kejahatan. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani