Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat di Batam Segera Hadir
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menjadi narasumber dalam Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Kota Batam, Selasa (20/1/2026). (Foto: Instagram)
BATAM (marwahkepri.com) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa hingga saat ini telah beroperasi tiga Sekolah Rakyat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ketiganya berada di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang.
Sementara untuk Kota Batam, Gus Ipul mengatakan program Sekolah Rakyat masih dalam tahap proses, namun dipastikan akan segera direalisasikan.
“Untuk Kepri, saat ini sudah ada tiga yang beroperasi, yakni di Anambas, Natuna, dan Tanjungpinang. Batam belum, masih proses, tapi pada akhirnya akan ada,” ujar Gus Ipul saat menjadi narasumber dalam Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Kota Batam, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, kapasitas Sekolah Rakyat di setiap daerah berbeda-beda, menyesuaikan dengan ketersediaan gedung. Ada sekolah yang menampung 50 siswa, 100 siswa, hingga 200 siswa. Peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin ekstrem, dengan prioritas anak-anak yang belum atau tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Terkait pelaksanaan sekolah berasrama di wilayah terpencil seperti Natuna dan Anambas, Gus Ipul mengakui terdapat tantangan pada masa awal adaptasi siswa.
“Di awal-awal memang ada yang belum betah. Itu wajar karena mereka datang dari berbagai latar belakang. Namun setelah satu atau dua bulan, mereka sudah mulai nyaman. Alhamdulillah berjalan dengan baik,” katanya.
Bahkan, saat ini sebagian siswa memilih tetap tinggal di lingkungan Sekolah Rakyat saat masa libur, sebagai bentuk adaptasi yang semakin baik.
Untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah serta melibatkan lintas kementerian dan lembaga.
“Kita ini bekerja sebagai satu tim besar. Bupati, walikota, gubernur terlibat semua. Ini bukan hanya Kementerian Sosial, tetapi menerjemahkan gagasan Presiden secara bersama-sama,” jelasnya.
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional Presiden yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Hingga tahun ajaran 2025–2026, tercatat 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi secara nasional dan jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah.
Saat ini, sebagian Sekolah Rakyat masih memanfaatkan gedung sementara milik pemerintah daerah maupun kementerian. Namun ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen melalui dukungan APBN.
“Targetnya minimal setiap tahun ada 100 gedung permanen yang dibangun. Secara bertahap, setiap kabupaten dan kota diharapkan memiliki satu Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa Sekolah Rakyat hanya bersifat program jangka pendek. Menurutnya, selama manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, program tersebut akan terus berlanjut lintas pemerintahan.
“Kalau hasilnya nyata, insya Allah siapa pun presidennya nanti akan melanjutkan,” pungkas Gus Ipul. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani
