Dolar AS Dekati Rp 17.000, Rupiah Kembali Tertekan

arf-dollar-3

Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

JAKARTA(marwahkepri.com) — Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini. Mata uang Paman Sam bergerak naik dan semakin mendekati level psikologis Rp 17.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa, 20 Januari 2026, dolar AS tercatat berada di posisi Rp 16.986 per dolar AS atau menguat 31 poin setara 0,18 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini menandakan tekanan lanjutan terhadap rupiah di tengah pergerakan global mata uang utama.

Di pasar internasional, pergerakan dolar AS cenderung menguat terhadap mayoritas mata uang dunia. Dolar AS tercatat melemah tipis terhadap yuan China dan yen Jepang, namun menguat terhadap dolar Australia, dolar Singapura, pound sterling, serta euro.

Secara rinci, dolar AS melemah 0,03 persen terhadap yuan China dan turun 0,08 persen terhadap yen Jepang. Di sisi lain, mata uang Paman Sam menguat 0,02 persen terhadap euro, naik 0,05 persen terhadap dolar Singapura, serta menguat 0,01 persen terhadap pound sterling. Penguatan paling signifikan terjadi terhadap dolar Australia yang naik hingga 0,5 persen.

Penguatan dolar AS yang mendekati level Rp 17.000 ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap dampaknya pada harga impor, inflasi, serta stabilitas ekonomi nasional. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani