Trump Klaim Perusahaan AS Investasi Rp 1.659 Triliun di Minyak Venezuela

Trump Klaim Perusahaan AS Investasi Rp 1.659 Triliun di Minyak Venezuela

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (F: Ist)

JAKARTA(marwahkepri.com) – Perusahaan-perusahaan energi asal Amerika Serikat dikabarkan akan mengucurkan investasi besar ke sektor minyak Venezuela dengan nilai mencapai sedikitnya USD 100 miliar atau setara Rp 1.659 triliun. Rencana tersebut disampaikan langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump usai menggelar pertemuan tertutup dengan jajaran pimpinan perusahaan minyak raksasa Negeri Paman Sam.

Trump menyebut investasi itu akan difokuskan pada pembangunan kembali dan peningkatan kapasitas produksi minyak Venezuela yang selama ini merosot akibat nasionalisasi, sanksi, serta minimnya investasi asing. Menurutnya, keterlibatan perusahaan AS akan membuka peluang lonjakan produksi minyak global secara signifikan.

Namun, CEO ExxonMobil Darren Woods menilai Venezuela saat ini belum layak menjadi tujuan investasi tanpa adanya perombakan regulasi dan restrukturisasi menyeluruh di sektor energi. Meski demikian, pemerintah Venezuela melalui Delcy Rodriguez yang menjabat presiden sementara menyatakan terbuka terhadap kerja sama proyek energi dengan semua pihak, termasuk Amerika Serikat.

Di sisi lain, sejumlah pejabat Venezuela mengecam keras rencana Trump yang dinilai sebagai upaya menjarah sumber daya alam negara tersebut. Mereka juga mengutuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Maduro sendiri membantah seluruh tuduhan perdagangan narkoba dan senjata yang dialamatkan kepadanya di pengadilan AS.

Trump mengklaim, jika perusahaan-perusahaan Amerika kembali mengakses industri minyak Venezuela, maka Amerika Serikat bersama Venezuela akan menguasai sekitar 55 persen produksi minyak dunia. Ia menyebut nasionalisasi aset perusahaan AS pada era Presiden Hugo Chavez sebagai tindakan tidak adil yang merugikan kepentingan Amerika.

Selain investasi, Trump juga mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengamankan pendapatan minyak Venezuela yang disimpan di rekening Amerika Serikat. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah dana tersebut disita oleh kreditor maupun digunakan untuk membayar klaim hukum lain. Pemerintah AS menegaskan pendapatan itu tetap milik Venezuela, namun pengelolaannya akan diarahkan untuk mendukung kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump menyatakan hasil penjualan minyak Venezuela, yang diklaim mencapai 30–50 juta barel, akan digunakan untuk menjaga arus pendapatan negara tersebut pasca penangkapan Maduro serta mengurangi penumpukan minyak mentah di fasilitas penyimpanan. MK-cnbc

Redaktur : Munawir Sani