Dividen Interim BBRI–BMRI Cair, Danantara Kantongi Rp15,89 Triliun
Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang merupakan badan pengelola dana kekayaan negara Indonesia resmi diluncurkan Senin (24/2/2025). (Foto: CNBC)
JAKARTA(marwahkepri.com) — Pembayaran dividen interim PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada pertengahan Januari 2026 diperkirakan akan mengalirkan dana jumbo ke investor institusional negara. Mayoritas dividen dari dua bank BUMN tersebut akan masuk ke Danantara Asset Management sebagai pemegang saham pengendali, sementara Indonesia Investment Authority (INA) juga berpotensi menerima bagian signifikan.
Berdasarkan data kepemilikan saham per November 2025, Danantara Asset Management diperkirakan mengantongi total dividen interim sekitar Rp15,89 triliun dari BRI dan Bank Mandiri. Dari BRI, Danantara tercatat menguasai 80.610.976.875 saham atau setara 53,18 persen. Dengan dividen interim sebesar Rp137 per saham, aliran dividen dari BRI ke Danantara diperkirakan mencapai Rp11,04 triliun.
Sementara itu, Danantara juga menggenggam 48.533.333.333 saham Bank Mandiri atau sekitar 52 persen dari total saham beredar. Dengan dividen interim sebesar Rp100 per saham, Danantara berpotensi menerima dividen sekitar Rp4,85 triliun dari Bank Mandiri.
Selain Danantara, sovereign wealth fund Indonesia Investment Authority (INA) juga tercatat sebagai pemegang saham Bank Mandiri dengan kepemilikan 7.466.666.666 saham. Dengan jumlah tersebut, INA berhak atas dividen interim senilai sekitar Rp746,66 miliar.
Pembayaran dividen interim dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Januari 2026. Bank Mandiri akan membayarkan dividen interim tahun buku 2025 pada 14 Januari 2026, disusul BRI pada 15 Januari 2026. Dengan jadwal tersebut, dana dividen diperkirakan mulai masuk ke rekening para pemegang saham pada pekan depan.
BRI sebelumnya telah menetapkan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen interim pada 2 Januari 2026. Dividen interim BBRI sebesar Rp137 per saham dengan total nilai mencapai Rp20,63 triliun telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan mengacu pada laporan keuangan perseroan per 30 September 2025.
Sementara itu, Bank Mandiri akan membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham dengan total nilai sekitar Rp9,3 triliun, yang dihitung berdasarkan jumlah saham beredar setelah memperhitungkan saham treasury hasil buyback. Manajemen Bank Mandiri menegaskan bahwa pembagian dividen interim tersebut tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perseroan. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
