Viral! Anak 12 Tahun Pilih Jadi Pro Player Fortnite dan Berhenti Sekolah
Tarou menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari bermain game. Ayahnya mengatakan bahwa ia memiliki bakat alami dalam bidang ini. Foto: Via SCMP
JAKARTA(marwahkepri.com) ā Keputusan seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun asal Jepang untuk meninggalkan pendidikan formal demi mengejar karier sebagai pemain profesional esports menghebohkan publik internasional. Bocah yang dikenal dengan nama Tarou itu memilih tidak melanjutkan sekolah menengah pertama dan fokus penuh membangun masa depan di dunia gim kompetitif.
Tarou bukan nama asing di komunitas esports. Sejak usia tiga tahun, ia sudah mengenal dunia gim dan kini dikenal sebagai kreator konten dengan lebih dari 230 ribu pengikut di YouTube. Ia juga aktif berkompetisi di skena Fortnite dan disebut memiliki potensi besar untuk menembus level dunia.
Keputusan berhenti sekolah tersebut diambil setelah melalui diskusi panjang selama hampir satu tahun bersama orang tua dan pihak sekolah. Tarou menyebut langkah itu sebagai cara untuk menciptakan pola hidup yang seimbang antara latihan esports intensif, waktu istirahat yang cukup, olahraga, serta pembelajaran mandiri di luar sistem pendidikan formal.
Orang tua Tarou memberikan dukungan penuh atas pilihan sang anak. Ayahnya menilai Tarou memiliki disiplin, fokus, dan komitmen yang tidak umum untuk anak seusianya. Ia membandingkan latihan atlet esports dengan atlet olahraga konvensional, di mana jam latihan pemain gim profesional bahkan bisa mencapai lebih dari 10 jam per hari demi bersaing di level tertinggi.
Menurut sang ayah, kewajiban bersekolah justru dikhawatirkan menghambat perkembangan Tarou sebagai atlet esports, mengingat tuntutan fisik dan mental dari latihan intensif yang dijalani setiap hari. Tarou sendiri menargetkan tampil di Fortnite World Cup dan menyadari bahwa persaingan global menuntut dedikasi yang ekstrem.
Namun keputusan tersebut memicu perdebatan luas di media sosial Jepang dan internasional. Sebagian warganet menilai langkah itu terlalu berisiko mengingat usia Tarou yang masih sangat muda serta pentingnya pengalaman sosial dan emosional yang biasanya diperoleh di bangku sekolah.
Di sisi lain, banyak pula yang mendukung. Mereka menilai setiap anak memiliki jalur hidup masing-masing dan pendidikan tidak selalu harus mengikuti pola konvensional. Bahkan ada yang menyoroti bahwa penghasilan Tarou dari dunia digital dan kompetisi esports dinilai sudah melampaui pendapatan sebagian orang dewasa.
Kasus ini kembali membuka diskusi global tentang masa depan pendidikan, fleksibilitas sistem sekolah, serta pengakuan esports sebagai profesi serius. Seiring berkembang pesatnya industri gim dunia, pilihan ekstrem seperti yang diambil Tarou diperkirakan akan semakin sering muncul, meski tetap menuai pro dan kontra. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
Pilihan Judul:
-
Bocah 12 Tahun Tinggalkan Sekolah Demi Esports, Jepang Heboh
-
-
Kejar Mimpi Esports, Bocah Jepang Ini Putuskan Tak Lanjut SMP
-
Pro Kontra Bocah 12 Tahun Fokus Esports, Pendidikan Formal Ditinggalkan
Keterangan Foto:
-
Tarou berlatih bermain gim Fortnite di depan komputer sebagai persiapan menuju kompetisi esports.
-
Aktivitas Tarou saat melakukan live streaming yang mengantarkannya menjadi kreator konten gim populer.
-
Tarou bersama ayah dan ibunya yang memberikan dukungan penuh atas keputusannya fokus di dunia esports. (foto bersama)
Tagar:
