Bupati Bintan Tinjau Dapur MBG Teluk Sebong, Pastikan Higienitas dan Kualitas Gizi Terjaga

htjh

Bupati Bintan Roby Kurniawan turun langsung meninjau Dapur MBG di Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (8/1/2025). (Foto: YR)

BINTAN (marwahkepri.com) — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bintan terus berjalan dan kini menjangkau seluruh kecamatan. Untuk memastikan program tersebut tepat sasaran dan sesuai tujuan, Bupati Bintan Roby Kurniawan turun langsung meninjau Dapur MBG di Kecamatan Teluk Sebong.

Peninjauan dilakukan di Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Teluk Sebong yang telah beroperasi sejak 8 Desember 2025, berlokasi di sekitar kawasan wisata Danau Bintan Enau, Desa Sri Bintan. Kedatangan Bupati Roby bertepatan dengan aktivitas dapur yang tengah melakukan proses memasak dan pengemasan makanan.

Dapur MBG tersebut mempekerjakan 37 orang warga lokal dan mulai beroperasi sejak pukul 01.00 WIB setiap hari untuk menyiapkan 2.091 porsi makan bergizi. Makanan tersebut didistribusikan ke 20 satuan pendidikan, terdiri dari 7 KB, PAUD dan TK, 8 SD/sederajat, 4 SMP/sederajat, serta 1 SMA. Proses pendistribusian dilakukan mulai pukul 07.30 hingga 08.30 WIB, menyesuaikan jam istirahat sekolah dan jarak tempuh.

Dalam peninjauan itu, Bupati Roby bersama Sekda Bintan dan unsur forkopimda menyisir seluruh area dapur, mulai dari ruang penyimpanan bahan pokok, ruang masak, ruang pengemasan, hingga area pencucian. Ia juga memastikan sistem pembuangan limbah produksi telah sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan.

“Yang pertama kita ingin melihat sejauh mana dapur ini siap beroperasi dan memproduksi ribuan porsi makanan bergizi setiap hari. Ini bukan sekadar mengejar jumlah, tapi juga kehigienisan serta kandungan nilai gizi di setiap porsinya,” ujar Roby usai peninjauan, Kamis (8/1/2026).

Secara umum, Roby mengapresiasi pengelolaan Dapur MBG Teluk Sebong yang dinilai telah berjalan dengan baik. Ia juga berdialog langsung dengan sejumlah pekerja guna memastikan mekanisme kerja dijalankan sesuai standar.

“Ini yang penting dipastikan, saat dapur ditutup semuanya harus benar-benar higienis. Manajemen waktu distribusi juga harus tepat, karena jarak tempuh cukup jauh hingga ke Desa Pengudang dan Berakit, tapi jangan sampai terburu-buru,” katanya saat berdialog dengan Kepala dan Ahli Gizi SPPG Teluk Sebong.

Terkait menu makanan, Roby berharap penyusunan menu disesuaikan dengan selera penerima manfaat tanpa mengabaikan standar gizi. Menurutnya, variasi menu penting agar siswa tidak mudah bosan dan tetap berselera makan.

“Hari ini ada ayam goreng bumbu, orek tempe, dan buah, itu sudah bagus. Variasikan setiap hari supaya anak-anak tidak bosan. Sayur, buah, semuanya harus bervariasi, tapi indikator gizinya tetap terpenuhi,” imbuhnya.

Di Kecamatan Teluk Sebong sendiri direncanakan terdapat dua dapur SPPG. Dapur yang ada saat ini melayani sekolah-sekolah di Desa Sri Bintan, Desa Pengudang, dan Desa Berakit. Sementara satu dapur lainnya tengah dalam tahap penyelesaian di Mekar Sari, yang nantinya akan melayani sekolah di Kelurahan Kota Baru, Desa Ekang Anculai, Desa Sebong Lagoi, dan Desa Sebong Pereh. MK-YR

Redaktur: Munawir Sani