Bea Cukai Batam Setor Rp 938,79 Miliar Penerimaan Negara di Tahun 2025
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Batam memusnahkan barang ilegal hasil tangkapan hingga Juli 2025, Rabu (5/11/2025). (Foto: mun)
BATAM (marwahkepri.com) — Kantor Bea dan Cukai (BC) Batam menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang solid pada tiga pilar utama, yakni penerimaan negara, pelayanan publik, serta pengawasan dan penindakan. Kinerja positif ini menegaskan peran strategis BC Batam sebagai pengumpul penerimaan negara, fasilitator perdagangan, dan pelindung masyarakat.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, Evi Octavia, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil optimalisasi potensi di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
“Kinerja ini menegaskan peran strategis kami sebagai pengumpul penerimaan negara, fasilitator perdagangan, dan pelindung masyarakat,” ujar Evi dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2026).
Dari sisi penerimaan negara, BC Batam berhasil membukukan Rp 938,79 miliar, atau 157,9 persen dari target pemerintah sebesar Rp 594,55 miliar. Rinciannya meliputi penerimaan bea masuk sebesar Rp 401,84 miliar, tumbuh 3,39 persen dibandingkan 2024; bea keluar Rp 463,31 miliar, melonjak 146,1 persen; serta cukai Rp 73,65 miliar, meningkat 93,93 persen.
Penerimaan negara juga diperkuat melalui penegakan administrasi, antara lain melalui Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPTNP) sebesar Rp 42,25 miliar dan penerapan mekanisme Ultimum Remedium senilai Rp 7,01 miliar.
Di bidang pengawasan dan penindakan, BC Batam mencatat nilai barang hasil penindakan sepanjang 2025 mencapai Rp 243,21 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp 61,91 miliar. Jumlah Surat Bukti Penindakan meningkat signifikan hingga 139,5 persen, menjadi 2.261 kasus.
Barang hasil penindakan didominasi oleh hasil tembakau ilegal sebanyak 29,61 juta batang, serta minuman keras ilegal. Selain itu, penindakan terhadap narkotika, psikotropika, dan prekursor juga mencatat hasil signifikan dengan berhasil menggagalkan berbagai modus penyelundupan.
“Operasi penindakan narkotika ini diperkirakan menyelamatkan lebih dari 5,35 juta jiwa dari penyalahgunaan narkoba dan menghemat potensi biaya rehabilitasi kesehatan hingga Rp 8,56 triliun,” kata Evi. Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi kuat dengan BNN, Polri, dan instansi terkait.
Sementara di bidang pelayanan publik, BC Batam berhasil menjaga tingkat kepuasan pengguna jasa. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tercatat konsisten berada pada kategori Sangat Baik dengan skor 3,68 dari 4, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,62. Sepanjang 2025, BC Batam juga melakukan 107 kunjungan ke pelaku usaha serta 123 audiensi guna memperkuat komunikasi dan kepatuhan.
Ke depan, BC Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi lintas instansi, serta menjaga kedaulatan ekonomi dan keamanan negara di wilayah perbatasan strategis Kepulauan Riau. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani
