Trump Klaim Minyak Venezuela Rp33,5 Triliun Mengalir ke AS Usai Penangkapan Maduro

Trump Klaim Minyak Venezuela Rp33,5 Triliun Mengalir ke AS Usai Penangkapan Maduro

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (F: Ist)

JAKARTA(marwahkepri.com) –  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim otoritas sementara Venezuela telah menyepakati ekspor minyak mentah ke Amerika Serikat dengan volume mencapai 30 hingga 50 juta barel. Kesepakatan ini disebut sebagai perjanjian pertama setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh otoritas Amerika Serikat.

Melalui unggahan di media sosial miliknya, Trump menyatakan minyak mentah Venezuela tersebut akan dibeli dengan harga pasar yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa dana hasil transaksi akan berada di bawah kendalinya langsung sebagai Presiden Amerika Serikat, dengan alasan untuk memastikan pemanfaatannya bagi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Trump mengungkapkan dirinya telah memerintahkan Menteri Energi AS Chris Wright untuk segera merealisasikan kesepakatan tersebut. Minyak mentah itu nantinya akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dikirim langsung ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.

Berdasarkan perkiraan Reuters, nilai transaksi ekspor minyak tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2 miliar dolar AS atau setara Rp33,56 triliun. Pengumuman ini berdampak langsung terhadap pasar energi global, di mana harga minyak mentah berjangka AS tercatat turun sekitar 1,3 persen menjadi 56,39 dolar AS per barel.

Kesepakatan ini diumumkan hanya beberapa hari setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Nicolás Maduro dan istrinya di Caracas, yang kemudian dibawa ke New York. Maduro ditangkap atas tuduhan bersekongkol dengan kartel narkoba dan membiarkan peredaran narkotika ke wilayah Amerika Serikat.

Meski memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, produksi minyak Venezuela selama beberapa dekade terakhir terus menurun akibat dugaan salah kelola, keterbatasan investasi asing pasca nasionalisasi industri minyak, serta sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan bahwa pemerintahan Trump juga akan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak Amerika Serikat untuk membahas peningkatan produksi minyak di Venezuela. Pemerintah AS bahkan mendorong perusahaan-perusahaan energi untuk kembali berinvestasi secara besar-besaran di negara tersebut, dengan menawarkan kompensasi atas aset-aset yang sempat disita Venezuela pada masa lalu. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani