Penumpang Bandara Hang Nadim Batam Naik 5 Persen selama Arus Mudik Nataru

Screenshot

Manajemen PT BIB memberikan bingkisan kepada penumpang penerbangan terakhir yang melakukan perjalanan udara di penghujung 2025, Rabu (31/12/2025). (Foto: Instagram)

BATAM (marwahkepri.com) – Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat peningkatan jumlah penumpang selama arus mudik dan balik Natal 2025 serta Tahun Baru 2026 (Nataru). Selama periode tersebut, jumlah penumpang mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius, mengatakan selama masa posko Nataru tercatat 244.339 penumpang menggunakan jasa Bandara Hang Nadim Batam.

“Selama periode Nataru tercatat sebanyak 244.339 penumpang. Angka ini naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Anton, Senin (5/1/2026).

Selain peningkatan penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami pertumbuhan. Selama Nataru 2025/2026, tercatat 1.716 pergerakan pesawat, meningkat 7 persen dibandingkan Nataru 2024.

Anton menjelaskan, puncak arus keberangkatan terjadi pada 24 Desember 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 15.743 orang dan 103 pergerakan pesawat. Sementara puncak arus balik tercatat pada 3 Januari 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 18.033 orang dan 109 pergerakan pesawat.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, selama masa posko terdapat 113 penerbangan tambahan (extra flight) yang terealisasi dari total 157 pengajuan.

“Tidak seluruh pengajuan extra flight dapat direalisasikan karena bergantung pada tingkat keterisian penumpang serta persetujuan dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Dari sisi tujuan penerbangan, rute Batam–Cengkareng masih menjadi favorit penumpang, disusul rute Kualanamu, Pekanbaru, Surabaya, Palembang, dan Padang. Rata-rata tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 78 persen, sejalan dengan rata-rata nasional.

Selama pelaksanaan posko Nataru, Anton memastikan tidak terjadi gangguan cuaca ekstrem. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, tidak ada penerbangan yang dialihkan akibat cuaca buruk.

“Selama periode Nataru tidak ada penerbangan yang divert karena cuaca,” katanya.

Terkait pelayanan, pihak bandara menerima sejumlah keluhan terkait keterlambatan penerbangan. Namun, menurut Anton, keterlambatan tersebut bersifat operasional dan juga terjadi di sejumlah bandara lain.

“Keluhan dapat ditangani dengan baik dan tidak menimbulkan insiden,” ujarnya.

Dengan berakhirnya arus mudik dan balik Nataru, Posko Nataru Bandara Hang Nadim Batam resmi ditutup setelah beroperasi selama 19 hari, sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

“Alhamdulillah, selama 19 hari pelaksanaan posko tidak ada kejadian signifikan, tidak ada divert maupun insiden besar,” tutup Anton. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani