Panen Raya di Karawang, Presiden RI Umumkan Cadangan Beras 3 Juta Ton
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, 7 Januari 2026. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
KARAWANG(marwahkepri.com) – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda capaian cadangan beras nasional yang menembus angka 3 juta ton pada tahun ini, sekaligus menorehkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Mengenakan pakaian safari berwarna krem, Presiden RI Prabowo Subianto tiba di lokasi acara sekitar pukul 11.13 WIB. Dari atas kendaraan, Presiden menyapa masyarakat yang telah berkumpul sejak pagi untuk menyaksikan langsung momentum panen raya dan pengumuman swasembada pangan tersebut.
Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediyati Soeharto, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Presiden kemudian meninjau area pameran yang menampilkan berbagai produk hasil inovasi hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan nasional. Peninjauan dilakukan bersama Menteri Pertanian, sekaligus melihat kesiapan teknologi pertanian modern yang mulai diterapkan di sejumlah kawasan sentra produksi pangan.
Dalam kesempatan tersebut, diperagakan pula pemanfaatan teknologi pertanian canggih, salah satunya combine harvester, mesin panen modern yang mampu memotong, merontokkan, dan membersihkan padi dalam satu proses kerja, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini telah melampaui 3 juta ton, melampaui rekor pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Capaian ini disebut sebagai hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah dan para petani di seluruh Indonesia.
Di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Presiden menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai syarat utama kemerdekaan dan ketahanan bangsa. Pemerintah menargetkan swasembada tidak hanya pada beras, tetapi juga komoditas pangan strategis lainnya, termasuk sumber karbohidrat dan protein nasional. MK-cnn
Redaktur : Munawir Sani
