Siapkan Strategi Pariwisata, Pemko Tanjungpinang akan Evaluasi Pengalaman Wisatawan

010126 Penyambutan Wisatawan_11zon

Forkopimda Tanjungpinang menyambut dua wisatawan mancanegara pertama asal Singapura di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Kamis (1/1/2026). (Foto; MC Tanjungpinang)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyiapkan sejumlah program strategis sepanjang tahun 2026 guna memperkuat sektor pariwisata, meningkatkan pengalaman wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Lis saat menyambut dua wisatawan mancanegara pertama asal Singapura di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Kamis (1/1/2026). Kedua wisatawan tersebut tiba menggunakan ferry Sindo Fest Merbau Era dan disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Raja Ariza bersama unsur forkopimda.

Lis mengungkapkan bahwa tren kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, tercatat sebanyak 57 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan 259 ribu wisatawan nusantara (wisnus). Tahun 2024, jumlah wisman mencapai 54 ribu dan wisnus 592 ribu. Sementara pada 2025, kunjungan meningkat menjadi 60 ribu wisman dan 639 ribu wisnus.

“Data ini hanya menghitung wisatawan yang masuk melalui Tanjungpinang, belum termasuk wisatawan yang datang melalui Batam dan Lagoi-Bintan,” jelas Lis.

Menurutnya, Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama para pemangku kepentingan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengalaman wisatawan, mulai dari sektor transportasi, kualitas pelayanan, agen perjalanan, hingga fasilitas pendukung pariwisata. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengundang agen perjalanan dari Singapura serta pengelola wisata lokal dalam acara gala dinner untuk menampung masukan langsung dari wisatawan.

Lis menyebutkan, sejumlah keluhan yang selama ini diterima antara lain pembatasan membawa hasil tangkapan bagi wisatawan penggemar memancing, keterbatasan transportasi di area pelabuhan, serta kendala akses bagi wisatawan yang telah memiliki langganan jasa tertentu.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pelindo, Bea Cukai, dan pihak terkait lainnya untuk menata regulasi serta mempermudah akses, agar wisatawan merasa nyaman, baik saat kedatangan maupun kepulangan,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga telah menyiapkan kalender event pariwisata dan olahraga yang disesuaikan dengan hari libur wisatawan dari Singapura dan Malaysia, mengingat sebagian besar pengunjung berasal dari kedua negara tersebut. Pembenahan fasilitas kuliner, transportasi, dan objek wisata juga menjadi prioritas agar pengalaman wisatawan semakin positif.

Program pembenahan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang 2026, termasuk perbaikan sistem pariwisata secara menyeluruh. Lis menegaskan bahwa kunjungan wisatawan tidak terjadi secara otomatis, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor serta dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

“Kunjungan wisatawan memang tidak selalu berdampak langsung besar terhadap PAD, tetapi manfaatnya sangat dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat yang melayani kebutuhan wisatawan,” pungkasnya. MK-YR

Redaktur: Munawir Sani