Inspiratif, Ibu Rumah Tangga di Natuna Sukses jadi Kreator Digital Dunia

cdv

Ibu rumah tangga dari Natuna Intan Purnama Sari berpose dengan Silver Play Button YouTube miliknya. (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Di zaman sekarang ini, kesuksesan di era digital dapat diraih dari mana saja. Hal itu dibuktikan dengan adanya seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Natuna, Kepulauan Riau, Intan Purnama Sari yang berhasil menembus pasar global melalui brand animasi digital Sans Mutty.

Channel YouTube Sans Mutty kini telah mengantongi 491.000 subscriber, dengan audiens yang berasal dari berbagai negara. Capaian tersebut menjadikan Intan sebagai salah satu kreator digital yang memberi kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau, khususnya dari wilayah perbatasan.

Intan mengungkapkan, keberhasilan membangun Sans Mutty tidak diraih secara instan, melainkan melalui konsistensi, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Ia mampu menyeimbangkan perannya sebagai ibu rumah tangga dengan tanggung jawab mengelola brand digital berbasis animasi yang kini menjadi sumber penghasilan mandiri.

“Kami berharap kisah ini bisa menginspirasi ibu-ibu rumah tangga lain di Kepri. Potensi ekonomi di era digital sangat besar dan bisa dimulai dari rumah, bahkan dari daerah seperti Natuna,” ujar Intan.

Seiring meningkatnya popularitas Sans Mutty, Intan kini memfokuskan perhatian pada pengamanan brand dan karya-karyanya. Salah satu langkah yang diprioritaskan adalah verifikasi akun TikTok resmi @sansmutty, guna melindungi komunitas dari peniruan identitas dan penyalahgunaan nama brand.

Menurutnya, verifikasi akun menjadi langkah penting untuk menjaga keaslian konten serta memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada penggemar dan komunitas Sans Mutty.

Selain YouTube, Sans Mutty juga aktif membangun dan memperluas komunitas penggemarnya melalui platform Instagram dan Facebook, sebagai bagian dari strategi penguatan brand digital ke depan.

Keberhasilan Intan Purnama Sari menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan lagi penghalang untuk berkarya dan bersaing di tingkat global, sekaligus membuka peluang baru bagi perempuan dan pelaku ekonomi kreatif di daerah. MK-nang

Redaktur: Munawir Sani