IFRAME SYNC

Penelitian Ungkap Perubahan Otak dan Hormon pada Ayah setelah Menjadi Orang Tua

Ilustrasi. (f: ist)

MARWAHKEPRI.COM – Tidak hanya ibu yang mengalami perubahan besar setelah memiliki anak, ayah juga mengalami perubahan signifikan, baik pada otak maupun hormon mereka. Penelitian terbaru mengungkapkan bagaimana pengalaman menjadi orang tua mempengaruhi fisiologi ayah, mirip dengan apa yang terjadi pada ibu.

Darby Saxbe, profesor psikologi di University of Southern California, telah melakukan penelitian menggunakan pemindaian MRI untuk mengukur perubahan otak pria setelah menjadi ayah. Saxbe menemukan bahwa ayah mengalami penyusutan volume otak, terutama materi abu-abu, yang juga terjadi pada ibu setelah melahirkan. Penyusutan ini tidak mengindikasikan penurunan fungsi kognitif, melainkan menunjukkan adaptasi otak terhadap peran baru sebagai orang tua.

Dalam penelitian yang diterbitkan pada April 2024, Saxbe dan rekan-rekannya mempelajari 38 otak pria yang baru pertama kali menjadi ayah. Mereka mengambil gambar otak saat pasangan mereka hamil dan saat bayi berusia enam bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa ayah kehilangan rata-rata 1% materi abu-abu setelah menjadi orang tua. Ayah yang lebih terlibat dalam pengasuhan anak menunjukkan perubahan otak yang lebih besar, seperti kehilangan volume otak yang lebih signifikan.

Meskipun beberapa perubahan bersifat positif, seperti peningkatan efisiensi otak dalam mengasuh anak, hilangnya volume otak juga dikaitkan dengan kecemasan, depresi, tekanan psikologis, dan kurang tidur. Perubahan otak ini diduga menyebabkan masalah kesehatan mental dan tidur, bukan sebaliknya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ayah yang sering mengasuh anak mengalami perubahan hormon, termasuk penurunan kadar testosteron dan peningkatan prolaktin serta oksitosin. Hormon oksitosin, yang dikenal sebagai hormon “cinta,” juga meningkat signifikan setelah ayah pertama kali menggendong bayinya. Penurunan testosteron dan peningkatan hormon-hormon lain membantu ayah menyesuaikan diri dengan tuntutan menjadi orang tua.

Lee Gettler, profesor antropologi di Universitas Notre Dame, menyatakan bahwa perubahan hormonal pada ayah mirip dengan yang terjadi pada ibu. Penelitian di Filipina menunjukkan bahwa ayah yang lebih terlibat dalam pengasuhan anak memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dibandingkan dengan yang kurang terlibat. Peningkatan oksitosin juga ditemukan pada ayah yang baru pertama kali menggendong bayinya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan biologis pada ayah membantu mereka menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai orang tua. Hal ini tidak hanya relevan bagi manusia, tetapi juga dapat diamati pada vertebrata lain yang mengalami peran pengasuhan oleh pejantan.

Dengan memahami perubahan fisiologis ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya dukungan emosional dan fisik bagi ayah dalam proses pengasuhan anak. Ini juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak untuk kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. MK-kump

Redaktur : Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f