IFRAME SYNC

Penipuan di Host Club Jepang: Dari Mimpi Cinta menjadi Perbudakan Seksual

Ilustrasi. (f: grid)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Yu, seorang dokter dan ibu dari dua anak, mengalami perjalanan mengerikan setelah mengunjungi host club di Jepang. Awalnya, Yu merasa bahagia bertemu dengan seorang host muda yang menawan yang telah lama diikuti secara online. Pertemuan pertama di bar di Tokyo memulai kisah cinta palsu, di mana Yu menghabiskan ribuan dolar untuk membeli alkohol mahal demi imbalan perhatian dan hadiah dari host tersebut.

Namun, Yu segera terjerumus ke dalam hutang yang tidak terkendali, mencapai 25 juta yen (sekitar Rp 2,6 miliar). Tanpa cara lain untuk melunasinya, Yu terpaksa menjadi pekerja seks. Praktik semacam ini tidak jarang terjadi di lebih dari 300 host club di distrik Kabukicho, Tokyo, yang menawarkan “persahabatan” kepada wanita yang kesepian.

Di balik lampu neon dan pesona glamor, beberapa klub terlibat dengan kejahatan terorganisir. Regulasi yang longgar memperburuk masalah, di mana siapa pun di atas 18 tahun dapat memasuki klub-klub ini tanpa perlindungan yang memadai. Kasus seperti Yu semakin meningkat setelah pembatasan Covid-19 dicabut pada 2023, dengan wanita mencari solusi ekonomi melalui klub-klub ini setelah tahun-tahun isolasi.

Pihak berwenang menangkap ratusan orang terkait prostitusi di Kabukicho tahun lalu, tetapi tantangan penegakan hukum tetap besar. Upaya untuk memperketat regulasi dan melindungi korban masih menghadapi hambatan di parlemen.

Kisah Yu menggambarkan tragedi di balik glamor host club Jepang, di mana cinta palsu sering kali berakhir dalam perbudakan seksual. Masyarakat dan pemerintah perlu bersatu untuk menyelesaikan masalah ini dan melindungi yang rentan. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f