IFRAME SYNC

Atasi Krisis Populasi, Jepang Luncurkan Aplikasi Cari Jodoh Lalu Bikin Anak

Ilustrasi Jepang luncurkan aplikasi cari jodoh. (f: net)

JEPANG (marwahkepri.com) – Jepang terus berusaha mengatasi masalah krisis populasi yang semakin memburuk dengan meluncurkan inisiatif baru yang inovatif. Salah satu solusi yang tengah digarap adalah menciptakan aplikasi cari jodoh yang mirip dengan Tinder.

Angka kelahiran bayi di Jepang tahun 2023 anjlok, menandai penurunan selama 8 tahun berturut-turut. Negara tersebut juga menghadapi penurunan angka pernikahan yang signifikan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Jepang berupaya menciptakan langkah-langkah baru, termasuk meluncurkan aplikasi pencari jodoh.

Aplikasi ini dijadwalkan untuk dirilis pada musim panas tahun 2024. Meskipun tujuannya mirip dengan Tinder, aplikasi ini akan memiliki regulasi yang lebih ketat. Pengguna diharuskan untuk mendaftar menggunakan KTP dan menyertakan informasi gaji mereka. Mereka juga harus menjawab sejumlah pertanyaan terkait latar belakang, pendidikan, dan pekerjaan mereka, serta menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa mereka mencari pasangan untuk menikah.

Gubernur Tokyo, Yurio Koike, menjelaskan bahwa persyaratan yang ketat ini bertujuan untuk membantu menjodohkan pengguna aplikasi agar mereka dapat merencanakan masa depan yang bersama-sama. Namun, beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa persyaratan ini akan menjadi hambatan, terutama bagi mereka dengan penghasilan rendah.

Meskipun demikian, langkah ini dianggap sebagai salah satu upaya inovatif pemerintah Jepang untuk mengatasi krisis populasi. Namun, sejumlah pengamat juga menyoroti bahwa upaya meningkatkan pemasukan dan memberikan insentif bagi pasangan yang mau menikah juga menjadi bagian penting dalam menangani masalah ini.

Selain itu, beberapa keprihatinan juga muncul terkait potensi masalah lain yang mungkin timbul, seperti pemalsuan identitas oleh pengguna aplikasi pencari jodoh. Meski begitu, langkah-langkah inovatif seperti ini menunjukkan komitmen Jepang dalam menangani tantangan demografi yang kompleks dan mendesak. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f