IFRAME SYNC

Suhu Panas Melanda India, Lebih dari 50 Korban dalam Tiga Hari Terakhir

Gelombang Panas di India. (F: Detik)

INDIA (marwahkepri.com) – Lebih dari 50 orang di India tewas dalam tiga hari terakhir akibat heatstroke atau serangan panas, yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah tersebut.

Kematian ini terjadi di tengah pemungutan suara untuk pemilihan umum, dengan banyak korban dilaporkan pada 1 Juni 2024, saat India melakukan pemilihan umum setiap lima tahunnya. Tahun ini, suhu panas mencapai rekor tertinggi, menyebabkan gelombang panas yang lebih sering, intens, dan panjang.

Kementerian kesehatan federal India mencatat setidaknya 56 kematian akibat heatstroke yang dikonfirmasi dari 1 Maret hingga 30 Mei, dengan sekitar 24.849 kasus serangan panas dilaporkan selama periode tersebut.

Namun, angka di tingkat negara bagian menunjukkan jumlah kasus sebenarnya yang mungkin jauh lebih tinggi. Di Uttar Pradesh, korban tewas akibat heatstroke termasuk polisi sukarelawan, petugas pemungutan suara, penjaga keamanan, dan staf sanitasi.

Sedangkan di Odisha, otoritas melaporkan dugaan kematian akibat serangan panas, dengan sekitar 20 orang telah dikonfirmasi meninggal.

Kondisi cuaca panas di India telah menyebabkan banyak orang pingsan dan meninggal, termasuk petugas pemungutan suara dan pemilih. Di Uttar Pradesh, keluarga petugas yang meninggal diberikan kompensasi sebesar 1,5 juta rupee.

Di Odisha, 99 dugaan kematian akibat serangan panas dilaporkan dalam 72 jam terakhir, dengan sekitar 20 orang telah dikonfirmasi meninggal. Pusat Pengendalian Penyakit Nasional India menyebut serangan panas sebagai kondisi yang ‘mengancam jiwa’ dengan angka kematian mencapai 40-64 persen.

Meskipun gelombang panas terus berlanjut di India, departemen cuaca India memperkirakan bahwa suhu kemungkinan akan turun dalam beberapa hari mendatang karena awal musim hujan.(mk/detik)

 

Redaktur: Munawir Sani

 

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f