IFRAME SYNC

Ada Gelombang COVID-19 Lagi, Singapura Imbau Warga dan Wisatawan Kembali Pakai Masker

Pemerintah Singapura mengeluarkan imbauan bagi warga dan wisatawan asing untuk kembali mengenakan masker di tengah meningkatnya kasus COVID-19. (Foto: CNN)

SINGAPURA (marwahkepri.com) – Pemerintah Singapura mengeluarkan imbauan bagi warga dan wisatawan asing untuk kembali mengenakan masker di tengah meningkatnya kasus COVID-19. Langkah ini diambil seiring dengan munculnya gelombang baru infeksi di negeri tersebut.

Menurut laporan dari India Today, jumlah kasus COVID-19 di Singapura mencapai 25.900 kasus, mengalami peningkatan signifikan sebesar 13.700 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.

“Kami berada di awal gelombang yang terus meningkat. Gelombang ini diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam dua hingga empat minggu ke depan, antara pertengahan dan akhir Juni,” ujar Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, seperti dikutip dari Straits Times, Selasa (21/5/2024).

Ong mengimbau warga dan wisatawan asing untuk memakai masker guna mengantisipasi penyebaran COVID-19. Ia juga menekankan pentingnya melengkapi vaksinasi, mengingat jumlah pasien rawat inap yang terus meningkat setiap harinya.

Namun, meski ada peningkatan kasus, rata-rata pasien di unit perawatan intensif (ICU) tetap rendah, yakni hanya tiga kasus per hari dibandingkan dengan dua kasus pada pekan sebelumnya.

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan bahwa untuk memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, rumah sakit umum telah diminta untuk mengurangi operasi elektif yang tidak mendesak. Selain itu, pasien yang memenuhi syarat akan dipindahkan ke fasilitas perawatan transisi atau dirawat di rumah dengan pengawasan rumah sakit.

Ong juga mendesak mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit parah, termasuk individu berusia 60 tahun ke atas, individu dengan kondisi medis rentan, dan penghuni fasilitas perawatan lansia, untuk menerima dosis tambahan vaksin COVID-19 jika belum melakukannya dalam 12 bulan terakhir.

Meskipun kasus COVID-19 di Singapura sedang meningkat, Ong menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk memberlakukan pembatasan sosial atau tindakan wajib lainnya saat ini.

“COVID-19 dianggap sebagai penyakit endemik di Singapura, jadi tidak ada rencana pembatasan saat ini,” tutup Ong.

Dengan demikian, pemerintah Singapura berfokus pada langkah-langkah preventif seperti penggunaan masker dan vaksinasi tambahan untuk mengatasi gelombang baru infeksi tanpa harus kembali ke pembatasan sosial yang ketat. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f