Mengapa Cinta Bisa Membuat Orang ‘Gila’? Penjelasan dari Sudut Pandang Psikologi

Ilustrasi. (F: Fimela)

Marwahkepri.com – Setiap orang pasti pernah merasakan sensasi jatuh cinta, sebuah perasaan yang mampu membuat hati berbunga-bunga dan membawa kebahagiaan yang tak terkira.

Namun, fenomena ini seringkali diiringi dengan perilaku yang terlihat tidak rasional hingga menyebabkan orang terlihat seperti “gila” karena senyum-senyum sendirian sepanjang hari.

Mengapa cinta memiliki kekuatan untuk memengaruhi seseorang hingga pada tingkat itu? Berikut adalah beberapa alasan ilmiah yang diungkapkan oleh psychologytoday.com:

Pengaruh Korteks Frontal: Saat seseorang jatuh cinta, otak merespons dengan menstimulasi sistem reproduksi. Ini memicu pengurangan aktivitas korteks frontal, bagian otak yang mengontrol pengambilan keputusan. Akibatnya, kemampuan untuk membuat keputusan logis menjadi terhambat, terutama dalam konteks hubungan asmara.

Terganggunya Fungsi Kognitif: Orang yang jatuh cinta cenderung terfokus pada pemikiran tentang kekasih mereka, menguras sebagian besar energi dan mengganggu fungsi kognitif seperti multitasking. Akibatnya, fokus mereka mudah teralihkan oleh hal-hal sepele.

Meningkatnya Produksi Hormon Dopamin: Jatuh cinta meningkatkan produksi hormon dopamin, terkait dengan euforia, gairah, dan kecanduan. Hormon ini juga berperan dalam menghadirkan perasaan sakit dan kepuasan secara bersamaan.

Tingginya kadar dopamin dapat memicu denyut jantung yang lebih cepat, menyebabkan kecemasan, dan mendorong perilaku yang terkadang tidak masuk akal di mata orang lain.

Meningkatnya Produksi Hormon Serotonin: Peningkatan dopamin mempengaruhi produksi serotonin, hormon yang memengaruhi suasana hati dan nafsu makan. Tingginya kadar serotonin juga dapat memicu gangguan obsesif kompulsif, meningkatkan tingkat kecemasan dan ketegangan pada orang yang sedang jatuh cinta.

Naluri Melangsungkan Hidup: Jatuh cinta dianggap sebagai naluri biologis manusia untuk berkembang biak. Tubuh manusia merespons dengan cepat terhadap perasaan ini, mempersiapkan organ-organ sensitif untuk reproduksi.

Meskipun terlihat membuat seseorang terlihat “gila,” pada dasarnya cinta hadir untuk memenuhi kebutuhan emosional dan naluri manusia.

Jadi, meskipun cinta bisa membuat kita terlihat ‘gila,’ secara ilmiah, ini adalah respons alami tubuh manusia terhadap perasaan yang mendalam dan kompleks. Semoga pemahaman ini membuka perspektif baru tentang keajaiban dan kompleksitas cinta dalam keseharian kita.

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f