Berkat Laporan Masyarakat, Tahun ini 8 Personel Polda Kepri Dipecat

Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah. (Foto: Polda Kepri)

BATAM (marwahkepri.com) – Polda Kepulauan Riau mengumumkan pemecatan delapan anggotanya pada tahun 2023, dengan alasan kasus kriminal dan etika.

Keputusan ini diambil tidak dengan hormat, mencerminkan ketegasan dalam menegakkan disiplin di tubuh kepolisian.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah pemecatan. Pada 2022, Polda Kepri mencatatkan 12 pemecatan anggota.

Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah, menyatakan bahwa pemecatan personel Polri mengalami penurunan sebesar 33,3 persen.

“Sanksi ringan atas pelanggaran disiplin diberikan kepada 33 anggota, sedangkan kasus pelanggaran etik mencapai 76. Meskipun demikian, hanya 5 laporan masyarakat yang terbukti sesuai fakta setelah diproses,” ungkap Yan.

Selama tahun 2023, masyarakat mengajukan sebanyak 69 laporan terkait anggota Polda Kepri. Dari jumlah tersebut, 63 laporan dinyatakan tidak sesuai fakta setelah diproses, sementara 1 kasus masih dalam proses investigasi.

Irjen Yan Fitri Halimansyah menegaskan bahwa penurunan pelanggaran personel Polda Kepri dapat diatribusikan pada penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal.

Propam dan Irwasda berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas setiap anggota, yang berkontribusi signifikan dalam menekan pelanggaran.

“Polda Kepri berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap anggota Polri. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mengurangi pelanggaran dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” janji Yan.

Keputusan tegas dan langkah-langkah penguatan pengawasan menunjukkan komitmen Polda Kepri dalam menciptakan lingkungan kepolisian yang profesional dan berintegritas. Harapannya, peningkatan ini akan memberikan dampak positif bagi pelayanan publik dan citra institusi kepolisian. MK-nang

Redaktur: Munawir Sani

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f