Pengembangan Rempang Eco-City merupakan program pemerintah yang terdaftar dalam Program Strategis Nasional (PSN). (Foto: BP Batam)

BATAM (marwahkepri.com) – Anggota Bidang Pengelola Kawasan dan Investasi BP Batam Sudirman Saad menjelaskan perkembangan Rempang Eco-City dalam sosialisasi yang digelar, Senin siang (18/12/2023) di Hotel Swissbell Batam.

Sudirman Saad menjabarkan bahwa prioritas pertama saat ini adalah penyiapan wilayah untuk kawasan industri seluas 2.000 Ha dan tower Rempang 370 Ha. Dimana terdapat 961 KK tercatat berada di wilayah tersebut.

Tercatat 719 KK telah menerima sosialisasi dari tim terpadu, dengan jumlah 575 datang ke posko untuk berkonsultasi, 361 KK telah mendaftar, dan 86 KK telah pindah ke hunian sementara.

Sudirman meyakinkan agar masyarakat dapat sabar dan percaya pada apa yang disampaikan pemerintah (BP Batam).

Pihaknya akan bekerja keras dan memberikan hasil yang terbaik untuk masyarakat Rempang.

“Kalau di daerah lain di Indonesia berdasarkan Perpres lama, warga hanya mendapatkan 1 pilihan, santunan atau relokasi, hanya salah satu,” kata Sudirman Saad.

“Sementara di Rempang dengan Perpres baru ini, warga bisa mendapatkan santunan dan relokasi rumah. Warga dapat dua-duanya. Jadi mohon dukungan bapak ibu bersabar dan yakinlah kami akan lakukan yang terbaik untuk warga,” ungkap Sudirman Saad.

Ia juga menambahkan, BP Batam optimis dengan penyelesaian status HPK dan HPL yang beberapa waktu lalu sempat mengganjal proses kepindahan warga yang telah mendaftar untuk relokasi, dapat segera diselesaikan.

“Masterplan untuk kawasan relokasi Tanjung Banun sendiri telah selesai oleh Kementrian PUPR. Kami akan berikan kesempatan bapak ibu untuk bisa memilih sendiri lokasi hunian yang cocok bagi bapak ibu. Dengan luas 93,5 Ha akan ada 961 unit rumah relokasi, fasos fasum, pusat ekonomi dan dermaga,” pungkas Sudirman.

Masyarakat terdampak di Kawasan Rempang yang hadir, sangat antusias untuk berdiskusi dan memberikan gagasan dan pengharapan mereka ke depan.

Berikut beberapa mayoritas gagasan warga yang hadir:
1. Mengharapkan uang ganti apresial bagi tanam tumbuh dan kapal mereka dapat segera diberikan sebelum mereka pindah,
2. Bagi yang telah pindah meminta prioritas untuk pemilihan lokasi rumah strategis lebih dulu,
3. Meminta komitmen agar anak-anak mereka dapat bekerja nantinya di Rempang Eco-City dan
4. Harapan agar senantiasa dilibatkan dalam pengambilan kebijakan.

Masukan ini ditampung secara terbuka oleh seluruh pejabat yang ditunjuk sebagai Tim Terpadu dan akan dibawa pada pertemuan bersama Kementerian Bidang Perekonomian. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f