Nama Gubernur Kepri Dicatut Akun Facebook, Waspada Penipuan

Nama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab di akun Facebook (FB) dengan nama 'Haji Ansar Ahmad SE'. (Foto: kepriprov)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Nama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab di akun Facebook (FB) dengan nama ‘Haji Ansar Ahmad SE’. Pencatutan ini diduga untuk keperluan hal yang kurang baik.

Tidak hanya nama yang dicatut, tetapi juga foto wajah Gubernur Kepri yang dijadikan foto profilnya. Tampak dalam foto Gubernur Ansar sedang mengenakan kemeja putih, peci hitam dan tersenyum.

Akun FB Ansar Ahmad palsu ini sempat menyapa salah satu pengguna FB lainnya yang juga masih warga Kepri. Sapaan dimulai dengan kata “Assalamualaikum wr wb ?” lengkap dengan emotikon merapatkan kedua telapak tangan.

Setelah yang disapa menjawab, akun tersebut melanjutkan catnya dengan kata-kata “Maaf mengganggu waktunya sebentar?. Saya mau menyalurkan dana amanah dari keluarga saya untuk pembangunan atau renovasi rumah ibadah, tempat pendidikan dan yayasan… Jika ada info mengenai hal tersebut tolong dikabari atau diinfo langsung?”.

Akun FB ini juga mencantumkan kontak WhatsApp dengan nomor 085847406439. Kemudian meminta akun FB yang dihubungi untuk melanjutkan konunikasi ke nomor tersebut.

Sebelum pencatutan nama Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad ini digunakan untuk hal yang tidak baik dan meluas, Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Kehumasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri Trio Andana langsung merespon dan menegaskan bahwa akun FB tersebut bukan milik Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad.

“Saya pastikan akun FB itu bukan milik Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad. Dalam hal ini nama gubernur dan fotonya dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan untuk keperluan tertentu,” kata Trio.

Trio pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kepri agar tidak mudah tertipu terhadap akun-akun seperti itu. Dia meminta agar masyarakat selalu melakukan croscek terlebih dahulu.

“Kami hanya mengingatkan bahwa siapapun bisa menjadi siapa saja di media sosial. Nama dan foto mudah saja kita tempel untuk dijadikan akun. Tidak hanya di FB, tetapi di media sosial lainnya. Sekali lagi, kita harus waspada terhadap hal seperti ini. Takutnya ini bagian dari upaya penipuan,” tutup Trio. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani