IFRAME SYNC

Wisata mangrove di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan. (Foto: net)

BINTAN (marwahkepri.com) – Kabupaten Bintan di Provinsi Kepulauan Riau tak hanya menarik karena memiliki laut biru dengan pasir putihnya saja. Lain daripada itu, Kabupaten Bintan menawarkan beraneka kawasan wisata yang menarik untuk dikunjungi juga.

Salah satunya ialah wisata mangrove di Desa Toapaya Selatan.

Kawasan wisata yang masuk dalam daya tarik wisata Provinsi Kepri ini menawarkan kawasan ekowisata dengan sejumlah wahana yang dapat dijajal wisatawan.

Seperti wahana ATV di lahan perkebunan, wisata kemah dan wisata tour mangrove.

Para pengunjung yang ingin berkeliling memutari kawasan Hutan Bakau tak perlu merogeh kocek dalam-dalam. Disana telah tersedia boat yang bisa disewa dengan maksimal 5 orang untuk satu boat.

Wisatawan dapat menyusuri wisata mangrove sepanjang 10 kilometer, dengan durasi waktu 1 jam 30 menit.

Ekowisata Desa Toapaya Selatan ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Toapaya Selatan dan terdaftar dalam Program Inovasi Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Raja Heri Mokhrizal mengatakan desa-desa di Kepri baiknya juga meniru Desa Toapaya Selatan dalam mengembangkan wisata di daerahnya.

“Beberapa desa hendaknya juga mulai berbenah dengan menyiapkan potensi wisata yang berbasis alam. Karena sesungguhnya masih banyak desa yang belum memanfaatkan potensi tersebut,” kata Heri.

Heri mengatakan dengan memanfaatkan potensi wisata di desa maka PAD di kabupaten/kota dari sektor pariwisata akan lebih bisa lagi ditingkatkan.

“Untuk itu spot-spot pariwisata baru di desa-desa khususnya yang berbasis alam harus bisa dikelola dengan baik,” tuturnya. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani

 

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f