IFRAME SYNC

Pulau Setanau di Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: dispar)

NATUNA (marwahkepri.com) – Pulau Setanau yang berada di Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menawarkan wisata bahari yang eksotis.

Satu dari 9 geosite Geopark Natuna ini memberikan pemandangan alam yang menakjubkan ditambah dengan birunya air laut

Keindahan Pulau Setanau

Pulau Setanau jika dilihat dari udara berbentuk huruf T, dengan hamparan pasir putih yang memotong koordinat pulau. Selain kerap dikunjungi warga dari ibukota kabupaten, juga dipadati warga sekitar sebagai lokasi even pada momen tertentu dan liburan serta silhturahmi saat suasana hari Raya Idulfitri dan Iduladha.

Pihak pemerintahan Desa Sabang Mawang berencana untuk mengelola pulau ini dengan secara bertahap menyiapkan sarana pendukung wisata desa, untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung.

Pulau Setanau ini dikelilingi perairan dangkal berstruktur terumbu karang, dengan kondisi air yang jernih dan bebas sampah, pemandangan ini menjadi magnet bagi pengunjung yang datang, untuk berenang dan menikmati nuansa keindahan bawah laut (under water) menggunakan kaca mata renang.

Sarana dan Fasilitas di Pulau Setanau

Saat ini Pulau Setanau telah memiliki sarana air bersih yang disuplai dari Desa Sabang Mawang menggunakan akses pipa air bawah laut.

Menyusul dibangunnya pelantar dan tambatan perahu, untuk memberikan kemudahan pengunjung yang datang menggunakan transportasi perahu nelayan saat air surut.

Selain sarana tersebut, kedepannya akan menyusul pembangunan rumah-rumah pondok (gazebo), untuk berlindung bagi pengunjung saat panas terik dan hujan.

Birunya air laut di Pulau Setanau. (Foto: dispar)

Akses dan Jarak Tempuh

Untuk menjangkau Pulau Setanau, dari Kota Ranai atau pusat ibukota kabupaten Natuna, kita dapat menggunakan kendaraan roda dua dan empat hingga di pelabuhan Selat Lampa dengan waktu tempuh kurang lebih 60 menit.

Sesampainya di Selat Lampa, kita bisa meninggalkan kendaraan dibagian penitipan parkir yang dikelola warga setempat.

Selanjutnya kita malakukan penyeberangan selama sekitar 45 menit menggunakan perahu nelayan atau pompong nama sebutan penduduk di Natuna.

Disarankan untuk pengunjung yang akan menggunakan jasa penyeberangan dengan armada perahu nelayan, dilakukan pada waktu pagi dan sore hari, menyesuaikan jadwal regular jasa penyeberangan masyarakat, terkecuali kita menggunakan sistem carter atau setidaknya menghubungi terlebih dahulu pihak penyedia jasa penyeberangan, untuk mengatur rencana.

Tips bagi yang Ingin ke Pulau Setanau

Oh ya, sebelum menyeberang, ada baiknya kita memeriksa kelengkapan barang bawaan, maklum saja, tujuan kali ini adalah sebuah pulau tak berpenghuni, bisa dipastikan keperluan pengunjung untuk membeli makanan dan minuman tidak tersedia disana.

Untuk itu, sebelum menggunakan penyeberangan dari pelabuhan Selat Lampa, disana tersedia beberapa warung dan rumah makan, yang paling tidak bisa kita singgahi untuk memenuhi kebutuhan ransum selama berlibur di Pulau Setanau.

Menikmati Makanan Khas Natuna

Makanan khas buatan warga Kecamatan Pulau Tiga juga bisa kita jumpai di warung terdekat yakni, kerupuk atom, kerupuk berbentuk bulat dan lonjong ini, berbahan dasar ikan tongkol yang diolah secara tradisional oleh industri rumahan (home industry) dari kelompok ibu rumah tangga sekitar.

Harga jual kerupuk atom bervariasi tergantung dari ukuran kemasan, yang pasti masih terjangkau semua kalangan, karena kerupuk atom asal Pulau Tiga dan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, cukup familiar dengan rasa ikannya, dikenal masyarakat Kepulauan Riau, karena biasa dijadikan sebagai buah tangan wisatawan dari Batam, Tanjungpinang serta Pontianak Kalimantan Barat.

Ada hal menarik yang kadang menyebalkan, karena sejumlah detinasi wisata pantai dan mangrove (pohon bakau) yang ada di Natuna terdapat populasi serangga bersayap yang mengigit kulit kita seperti nyamuk, namun berukuran sangat kecil, hewan ini memiliki sebutan agas bagi warga tempatan, habitatnya cukup menganggu pengunjung terutama saat air surut dan angin teduh.

Karena gigitan hewan ini memiliki bisa atau racun, yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dengan gatal berlebih, kita bisa melindungi kulit dengan lotion yang beraroma wangi, yang mudah ditemui di mini market atau warung toserba, sedangkan untuk mengobati gigitan serangga ini, warga tempatan biasanya mengusapkan cairan minyak tanah pada bagian gigitan, minyak batu atau menggunakan balm zambuk berwarna hijau.

Bagi pengunjung lokal yang berpengalaman berwisata diarea pantai dan mangrove, biasa mengusir kerumunan serangga ini dengan membuat pengasapan (fogging) menggunakan sabut kulit kelapa yang sudah kering dengan cara dibakar, seketika agas akan pergi menjauh karena terganggu aroma asap.

Upayakan para pengunjung wisata alam agar menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan bekas kemasan makanan dan minuman bawaannya, karena selain untuk tetap menjaga kebersihan objek wisata dari hal yang mencemari keindahan pemandangan, cara ini juga efektif mengurangi populasi agas si serangga bersayap yang menyakitkan.

Pastinya, dimanapun kita berada, meskipun tidak ditempat wisata, sebaiknya membiasakan diri untuk peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan, dengan begitu kelangsungan alam tetap terjaga dan memberikan dampaik yang baik untuk kelangsungan hidup generasi penerus. Karena akibat kelalaian tangan manusia yang secara sadar maupun tidak disengaja, telah banyak ditemukan pencemaran laut yang mengakibatkan kepunahan ikan dengan kondisi mengenaskan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Raja Hery Mokhrizal mengatakan, karena potensinya ini Pulau Setanau masuk dalam 9 geosite Geopark Natuna.

Hery pun mengajak warga Kepri untuk terus membantu pemerintah mempromosikan destinasi-destinasi wisata di Kepri, sehingga ke depan, mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Kepri. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f