IFRAME SYNC

Pulau Akar Miliki Bebatuan Unik, Sudah Ada dari Ratusan Tahun yang Lalu

Bebatuan berwarna hitam tersusun seperti karya arsitektur mengelilingi Pulau Akar yang sudah ada sejak dulu.( (Foto: dok)

NATUNA (marwahkepri.com) – Geosite Pulau Akar menyimpan bebatuan unik. Dengan keindahan dan keunikan yang jarang ditemukan di daerah lain di bumi Nusantara menjadikan Pulau Akar sebagai wisata wajib dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, bebatuan di Pulau Akar sudah berusia kurang lebih 145-188 juta tahun.

Bebatuan di pulau ini tersusun atas batuan Basal, terkekarkan dan mengalami serpentinisasi, interprestasi awal basal yang berada di Pulau Akar adalah hasil aktivitas vulkanisme laut, akibat subduksi sebelum kehadiran granat Ranai yang berumur kurang lebih 188 hingga 144 juta tahun lalu atau periode jura.

Menurut data Pusat Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Situs Warisan Geologi (Geosite) Pulau Akar memiliki keunikan tersendiri, dimana kandungan mineral dan batuan Basalt dengan struktur pillow lava, tersusun oleh piroksin, gelas vulkanik.

Sedangkan struktur Pulau Akar berbentuk primer berupa rekahan pada pillow lava dan skunder berupa kekar berpasangan. Proses geologi Pulau Akar terbentuk dari aktivitas gunung api sub – aquaeous berupa aliran lava (volkanic island arc).

Kerena keunikan inilah Pulau Akar menjadi salah satu geosite dari delapan lokasi Geopark Natuna yang sedang dikembangkan saat ini.

Dan menjadi salah satu kawasan strategis pariwisata dan daya tarik wisata Provinsi Kepulauan Riau.

Keunikan lain dari Pulau Akar terdapat bebatuan berwarna hitam, bebatuan hitam ini tersusun seperti karya arsitektur mengelilingi pulau yang sudah ada sejak dulu.

Akar pepohonan yang tumbuh kerdil di antara celah bebatuan, menjadikannya sebagai bonsai alami. Keberadaannya ternyata dapat melindungi pulau ini ganasnya terjangan ombak laut Natuna.

Pemerintah Desa (Pemdes) Cemaga pun menggelar Pekan Expo Pulau Akar hampir setiap tahun. Kegiatan ini merupakan bagian dari kreatifitas pemuda dalam membangun ekonomi lokal menuju global.

Pekan Expo Pulau Akar menampilkan berbagai kesenian lokal, bazar olahan pangan hasil laut dan kebun serta berbagai potensi di Desa Cemaga lainnya.

Ajang ini sebagai wadah untuk mempromosikan kawasan Geosite Pulau Akar yang merupakan kawasan geologi tertua dengan usia batu 188 juta tahun.

Harapannya dengan telah ditetapkan Pulau Akar sebagai salah satu kawasan geosite dapat menjadi stimulus dalam menggerakan aktivitas ekonomi melalui potensi pariwisata.

Pemerintah kabupaten berencana menjadikannya sebagai even tahun pariwisata, sehingga desa memiliki wadah promosi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Hal itu pun mendapat dukungan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Heri Mokhrizal.

“Dengan atraksi seperti itu maka Pulau Akar akan lebih dikenal. Tentunya semua harus diiringi promosi di berbagai media,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, Geosite Pulau Akar punya daya tarik sebagai wisata alam, khususnya pecinta wisata minat khusus. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f