OPINI | Dampak Perundungan terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Siswa di Lingkungan Sekolah

Ilustrasi bullying pada anak dan remaja. (Foto: Freepik)

Oleh Ardiaz Saputra

Bullying banyak terjadi saat ini dan bahkan banyak diperbincangkan mengenai maraknya kasus hinaan dan ejekan di media sosial maupun di masyarakat khususnya di kalangan remaja yaitu pelajar.

Bagi siswa yang di-bully, mereka merasakan dampak psikologis yang pada akhirnya dapat mengganggu sekolahnya. Salah satu bentuk dampak psikologis tersebut adalah turunnya tingkat kepercayaan diri siswa. Siswa yang terbiasa di-bully akan kurang percaya diri saat menghadapi berbagai masalah. Bullying terus menjangkiti anak-anak dari remaja hingga dewasa dari waktu ke waktu.

Menurut Ariobimo Nusantara (2008), bullying ialah sebuah situasi di mana terjadinya penyalahgunaan kekuatan/kekuasaan fisik maupun mental yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok, dan dalam situasi ini korban tidak mampu membela atau mempertahankan dirinya.

lweus dan Sohlberg (2009) membagi aspek-aspek bullying meliputi: 1) Verbal, yaitu tindakan mengatakan sesuatu untuk menyakiti atau menertawakan seseorang atau menjadikan seseorang bahan lelucon dengan menyebut/menyapanya dengan nama yang menyakitkan hatinya, menceritakan kebohongan atau menyebarkan rumor yang keliru tentang seseorang.

2) Indirect, yaitu tindakan yang sepenuhnya menolak atau mengeluarkan seseorang dari kelompok pertemanan atau meninggalkannya dari berbagai hal secara disengaja atau mengirim catatan dan mencoba membuat siswa yang lain tidak menyukainya. 3) Physical, yaitu tindakan memukul, menendang, mendorong, mempermainkan atau menteror dan melakukan hal-hal yang bertujuan menyakiti.

Beberapa ahli mengemukakan Faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Menurut (Ghufron, 2014) yaitu Konsep Diri, Terbentuk kepercayaan diri pada diri sendiri diawali dengan konsep diri yang diperoleh dalam pergaulannya dalam suatu kelompok. Hasil interaksi yang terjadi akan menghasilkan konsep diri. Harga Diri, Mengungkapkan bahwa tingkat harga diri individu akan mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang.

Pengalaman, Pengalaman dapat menjadi faktor munculnya rasa percaya diri. Sebaliknya pengalaman juga dapat menjadi faktor menurunnya percaya diri seseorang.Pendidikan, seseorang berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan diri seseorang.

Tingkat pendidikan rendah akan menjadikan seseorang tersebut tergantung dan berada di bawah kekuasaan seseorang lain yang lebih pandai dari padanya. Sebaliknya, seseorang yang mempunyai pendidikan tinggi akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih dibandingkan yang berpendidikan rendah.

Salah satu dampak bullying adalah seseorang menjadi kurang percaya diri, dan bullying tentunya dapat menimbulkan kerugian atau trauma psikologis bagi korbannya.

Pertama, bullying mendekatkan korban dengan lingkungannya, membuat mereka merasa sendiri, tidak bahagia dan takut. Selain itu, bullying dapat membuat mereka merasa tidak aman, kehilangan kepercayaan diri, menganggap diri mereka inferior atau pasti ada yang salah dengan diri mereka. Anak-anak mungkin kehilangan kepercayaan diri dan mungkin tidak ingin keluar lagi. Bullying memiliki konsekuensi fisik dan psikologis jangka panjang.

Keyakinan itu penting, orang yang lebih percaya diri pasti akan merasa percaya diri dengan kemampuannya, menunjukkan keberanian, popularitas, tanggung jawab dan harga diri, tetapi ketika seseorang diintimidasi, kesehatan mentalnya melemah dan mereka cenderung menimbulkan trauma yang tidak dapat diterima pada dirinya

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan manusia. Keyakinan bukanlah bawaan, tetapi hasil interaksi dengan lingkungan. (John W. Santrock, 2003) menggambarkan kepercayaan diri sebagai dimensi evaluatif yang dapat menggambarkan keseluruhan diri seseorang. Rasa percaya diri yang tinggi menggambarkan individu yang memiliki harga diri.

Rasa harga diri mempengaruhi bagaimana penampilan individu ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial. Hal ini penting bagi individu untuk mengembangkan dirinya, karena melalui kegiatan sosial akan lebih mudah bagi individu untuk mengembangkan berbagai kemampuan dan potensinya.

Menurut Vandenbos, percaya diri dalam bahasa adalah tentang percaya pada kemampuan seseorang dan dipandang sebagai kepribadian yang positif. Perspektif ini mengisyaratkan bahwa orang yang percaya diri memiliki keyakinan untuk berhasil (Saputro, 2009).

Dalam berbagai pengertian tentang kepercayaan diri yang telah dijelaskan di atas, kepercayaan diri adalah keyakinan atau perasaan yang dimiliki individu tentang kemampuannya sendiri, serta kesadaran akan kelebihan dan kekurangan dirinya.

Dengan percaya diri, seseorang akan lebih mudah beradaptasi, dapat berinteraksi dengan baik dengan orang lain, secara langsung maupun tidak langsung, dan merasa percaya diri dengan kemampuannya sendiri.

Bullying adalah penyalahgunaan kekuatan fisik atau mental oleh individu/kelompok dimana korban tidak mampu membela diri. Salah satu hal yang harus dilakukan agar tidak menjadi korban bullying adalah bersikap asertif.

Cara untuk meningkatkan rasa percaya diri adalah dengan selalu menganggap diri kita berharga, tidak memikirkan perkataan orang lain untuk menjatuhkan kita, mengembangkan sikap positif, fokus pada langkah kecil dan perubahan.

* Penulis adalah mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email