Sampah Berserakan Dimana-mana, Pasar Imlek Kota Tanjungpinang Tuai Kritik Warga

Pemandangan pasar imlek setelah pedagang menutup lapaknya, Rabu, (4/1/2023) (Foto: thania)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Pasar imlek yang digelar oleh pemerintah daerah di Kota Tua Tanjungpinang bertujuan untuk menjadi salah satu ruang perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan index pendapatan masyarakat.

Pasar imlek ini juga mendapat antusias yang baik dari masyarakat. Masyarakat dapat mengambil peran sebagai pedagang atau pembeli serta penikmat keindahan malam di pasar imlek Tanjungpinang. Salah satu tujuan gubernur membenahi Kota Tanjungpinang ialah karena Tanjungpinang ingin menjadi poros heritage baru bagi Provinsi Kepulauan Riau.

Niat baik dan ketersediaan fasilitas yang cukup juga harus diseimbangkan dalam pagelaran pasar imlek tahunan kali ini.

“Kami mengkritik kenapa banyak sampah berserakan dan tidak terkoordinirnya antara sampah dengan media penampungannya,” ujar ucok salah satu mahasiswa STAIN SAR Rabu, (4/1/2023).

Ucok menjawab kenapa harus diperhatikan? Karena selain salah satu pusat keramaian, lokasi pasar imlek itu juga tempat yang baru selesai direvitalisasi oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, tentu sangat tidak elok jika setiap habis pasar digelar lalu membludak sampah-sampah yang merusak pemandangan.

“Harapannya, setiap agenda besar dan pagelaran umum kemasyarakatan harus bisa saling menjaga dan pemerintah juga mempersiapkan penampungan-penampungan agar sampah tidak dibiarkan tercecer sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan pemandangan yang kurang elok,”harapnya. MK-thania

Redaktur : Munawir Sani

Print Friendly, PDF & Email