Setjend Kemenag RI Buka Muktamar ke-IV IPQAH di Batam

Ketua Umum IPQAH Indonesia (kiri) menjelaskan sanad keilmuan Al-Qur'an yang beliau pelajari kepada Setjend Kemenag RI (kanan). (F:dedy)

BATAM (marwahkepri.com) – Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafizh-Hafizah (IPQAH) Indonesia menggelar Muktamar Nasional ke-IV bertempat di gedung Asrama Haji, Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Jum’at (23/12/2022).

Muktamar tingkat Nasional IPQAH ke-IV dilaksanakan mulai tanggal 23-25 Desember 2022. Muktamar IPQAH ke-IV tersebut diikuti oleh seluruh peserta dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Tampak hadir dalam kegiatan muktamar ke-IV yakni Prof. Dr. Nizar selaku Setjend Kementrian Agama RI, Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Almunawar, Lc, MA selaku Ketua Umum IPQAH Indonesia, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M selaku Gubernur Kepri, perwakilan Kementerian Agama Malaysia, Kementerian Agama Singapura dan peserta muktamar ke-IV dari 34 provinsi di Indonesia.

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Muktamar ke-IV, Sekretariat Jendral Kementrian Agama RI Prof. Nizar menyampaikan dukungan penuh terhadap IPQAH Indonesia.

“Seyogyanya Bapak Mentri Agama RI hadir, namun dalam waktu yang sama beliau sedang berada di Kairo untuk menjalin kerjasama antara Kementrian Agama RI dengan Kementrian Agama Mesir. Kementrian Agama RI sangat mendukung hadirnya IPQAH Indonesia, beliau berpesan agar IPQAH menjadi wadah terdepan dalam melahirkan generasi Qur’ani,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IPQAH Indonesia, Prof. Dr KH. Said Agil Husin Almunawar, Lc, MA menuturkan agenda Muktamar ke-IV di Batam adalah forum musyawarah tertinggi yang diikuti delegasi dari 34 provinsi di Indonesia. Ikut hadir dari Kementrian Agama Singapura dan Kementrian Agama Malaysia.

“Alhamdulillah pengurus wilayah dari 34 provinsi semuanya hadir untuk mewarnai muktamar ini. Dalam muktamar ke-IV ini juga dihadiri oleh sahabat tetangga dari Kementrian Agama Malaysia dan Kementrian Singapura, hubungan baik ini sudah kita jalin lebih dari 20 tahun,” ujar KH. Said Agil Husin Almunawar yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI tahun 2001-2004.

Tambahnya, tujuan serta harapan dari muktamar kali ini ialah bagaimana peran pengurus disetiap daerah menjadi garda terdepan dalam membumikan Al-Qur’an.

“Peran pengurus IPQAH di setiap daerah menjadi penting untuk membumikan Al-Qur’an di tanah air tercinta, baik dari aspek sanad, bacaan, pemahaman, hafalannya dan ilmu-ilmu yang terkait dengan Al-Qur’an dalam membentuk generasi Qur’ani. Jadi, penting setiap pengurus untuk meningkatkan wawasan keilmuannya,” imbuhnya.

Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M mengatakan persatuan umat Islam penting dalam aspek kebangsaan.

“Dalam muktamar ini saya berpesan agar kita umat Islam bersatu dan tidak terpecah-belah hanya karena perbedaan. Semoga dengan wadah IPQAH Indonesia ini menjadi amal jariyah bapak dan ibu sekalian kelak,” kata dia. (mk/Dedy)

Print Friendly, PDF & Email