Pengungsi Sudan Tolak Bayar Parkir dan Pukul Warga hingga Babak Belur

Ilustrasi penganiayaan.(foto:net)

BINTAN (marwahkepri.com) – Nuryadi, seorang warga Kawal, Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, babak belur dihajar seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Sudan yang berstatus pengungsi.

Pihak Kantor Wilayah Kementerian dan Hukum Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Kepri membenarkan kabar penganiayaan tersebut.

“Karena ada unsur pelanggaran pidana, kasus itu diserahkan ke polisi Gunung Kijang,” kata Octaveri, Kasubag Humas Kanwil Kemenkumham Kepri, Senin (23/5/2022).

Peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi pada Jumat (20/5/2022) di Rodenim Bhandra Resort.

Menurut pengakuan Nuryadi, penganiayaan berawal saat pelaku WNA Sudan tidak mau membayar jasa parkir penitipan kendaraan yang dimiliki Nuryadi. Pelaku sudah 6 bulan tidak membayar parkir dengan biaya per bulannya Rp50 ribu.

Saat ditagih, pengungsi asal Sudan atas nama Fatih itu marah. Nuryadi kemudian memintanya untuk tidak parkir lagi di tempatnya. Saat itulah pengungsi di bawah naungan (Internasional Organitation Of Migran) itu mencekik leher Nuryadi.

Tak hanya itu, pelaku juga memukul kepala Nuryadi tiga kali dan di punggung dua kali yang membuatnya tersungkur. Saat itu pelaku sempat mencoba memukul lagi namun dilerai warga sekitar. Tak mau melawan, Nuryadi lantas melaporkan perbuatan tidak menyenangkan itu ke polisi Polsek Gunung Kijang.

Nuryadi sendiri merupakan warga lokal pemilik usaha warung di kawasan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Bhadra Resort. Rumah menjadi kawasan yang ditempati sekitar 500 pengungsi dari berbagai negara, termasuk Sudan dan mayoritas pengungsi Afghanistan. (mk/l6)

Print Friendly, PDF & Email