Wan Siswandi Sebut Tahun Ini akan Dibangun Dua Pabrik di Natuna

Bupati Natuna Wan Siswandi. (Foto:ist)

NATUNA (marwahkepri.com) – Bupati Natuna Wan Siswandi, adakan pertemuan dengan investor bidang perikanan PT. Big Marlin di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (23/4/2022).

Pertemuan dengan perusahaan asal Jakarta itu dalam rangka presentasi rencana pembangunan pabrik pengolahan ikan di Selat Lampa Kabupaten Natuna.

Menurut Wan Siswandi, pihak perwakilan PT. Big Marlin memaparkan telah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kuota tangkap sejauh 30 mil ke atas.

“Alhamdulilah, atas izin Allah tahun ini akan dibangun dua pabrik di Natuna, pada sektor perikanan akan dibangun pabrik pengalegan ikan dan satu lagi tambang pasir kuarsa. Kita berharap dengan adanya dua pabrik ini akan menjawab terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi anak daerah dan tambahnya pendapatan asli daerah,” kata Wan Siswandi.

Dengan dibangunnya pabrik pengalengan ikan di Natuna, Wan Siswandi juga berharap, agar dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan lokal. Karena PT. Big Marlin juga akan mengakomodir hasil tangkapan nelayan lokal.

“Nantinya seluruh hasil tangkapan akan diolah mulai dari daging fillet, bakso dan sosis ikan, hingga tepung ikan yang diolah dari tulang ikan,” tambah Wan Siswandi.

Perlahan namun pasti, ujar Siswandi. Geliat perkembangan di Natuna di sektor pembangunan perikanan mulai terlihat.

Hal ini dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati Natuna tak henti-hentinya bertemu dengan sejumlah kementerian untuk percepatan pembangunan tersebut.

“Bicara pertahanan iya, investasi perlu, namun yang terpenting adalah ketersedian infrastruktur dasar seperti air, jalan, listrik dan jaringan telekomunikasi harus memadai. Untuk itu pemerintah daerah Natuna akan terus mengupayakanya agar para investor tidak lagi berfikir akan kebutuhan dasar tersebut,” imbuhnya.

Untuk hal tersebut, Wan Siswandi telah mengupayakan penambahan pasokan arus listrik PLN Ranai, yang tadinya siaga sekarang menjadi surplus aman dengan kedatangan mesin 2 mega watt. Selanjutnya pemerintah daerah masih mengajukan lagi 10 mega watt.

“Untuk pembangunan dan operasional dua pabrik tersebut pastinya memerlukan energi listrik yang tidak sedikit. Untuk itu kami mengajukan 10 mega watt lagi. Tapi perlu kita sukuri Insya-Allah atas izin Allah 2 pabrik tersebut berdiri tahun ini,” tutup Siswandi. (mk/zani)

Print Friendly, PDF & Email