Oknum Sekdes Kuala Terusan Diduga Jual Lahan Milik Desa

Kwitansi tanda terima uang yang diduga hasil penjualan lahan Desa Kuala Terusan. (Foto:Sona)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Oknum sekretaris desa (Sekdes) Kuala Terusan diduga telah menjual lahan milik desa. Kasus tersebut pun telah dilaporkan oleh LBH Brata Jaya Riau (BJR) ke Polres Pelalawan.

Ketua LBH BJR Muhammad Nuh Syafi’i mengatakan, lahan seluas 37 Ha milik Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau tersebut terletak di daerah sungai Nilo. Awalnya lahan itu dirintis dan diukur bersama dengan warga dan perangkat Desa Kuala Terusan untuk kepentingan desa. Rencananya lahan tersebut akan dibagikan kepada warga Desa Kuala Terusan.

“Sebanyak 3 Ha dari jumlah 37 Ha lahan tersebut diduga telah dijual oleh oknum Sekdes Kuala Terusan kepada pihak lain tanpa diketahui oleh pihak desa. Penjualan lahan aset milik Desa Kuala Terusan tersebut dibuktikan dengan selembar kwitansi tanda terima uang sebesar Rp 30 juta. Kasus penjualan tanah oleh oknum sekdes tersebut sudah dalam tahap lidik dibagian unit Intel Polres Pelalawan,” pungkasnya kepada media ini, Jumat (1/4/2022).

Kepala Desa Kuala Terusan Hendri yang dikonfirmasi via telepon membenarkan masalah tersebut.

“Lahan itu seluas 37 Ha, tapi yang dijual oleh oknum sekdes seluas 3 Ha sesuai dengan kwitansi tanda terima uang antara penjual dengan pembeli,” katanya.

Dijelaskannya lagi, pihak kepolisian pun sudah turun langsung di lokasi guna mengecek objek perkara tersebut dan sejumlah warga Kuala Terusan juga telah diperiksa oleh penyidik Polres Pelalawan sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Hendri menyampaikan, meskipun lahan tersebut belum memiliki surat dari desa, namun tidak boleh dijual oleh oknum-oknum tertentu. Sebab lahan seperti itu tidak boleh dikatakan sebagai tanah kosong, terlebih jika lahan tersebut sebagai aset desa.

“Andai kata lahan itu status sebagai tanah kosong atau hutan lindung, tentunya itu lebih berbahaya lagi jika dijual,” sebutnya.

Ketua BPD Kuala Terusan Zulkifli yang dihubungi media ini mengaku telah dipanggil oleh penyidik Polres Pelalawan Senin (28/3/2022) lalu. Dia dipanggil perihal dugaan jual lahan seluas 3 Ha di daerah Desa Kuala Terusan.

“Status lahan apakah masuk sebagai aset desa atau belum, belum tahu pasti, sebab sejauh ini belum ada dibawa dalam musyawarah oleh kepala desa,” sebutnya.

Zulkifli menerangkan, pada tanggal 5 Maret 2022 lalu lahan itu dirintis dan diukur oleh perangkat desa bersama dengan tokoh masyarakat. Tujuannya agar lahan itu dikelola oleh Desa Kuala Terusan.

Sekretaris Desa Kuala Terusan yang dikonfirmasi melalui selulernya, meskipun tersambungkan namun tidak diangkat. Konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga tidak dibalas. Hingga berita ini dikirim ke redaksi, media ini belum memperoleh keterangan dari sekdes tersebut. (Sona)

Print Friendly, PDF & Email