Bukan Tanda Kiamat, Tapi Langit di Spanyol Jadi Oranye Mengerikan

(F: Ist)

Marwahkepri.com, Madrid – Langit berubah jadi oranye melanda sebagian wilayah Spanyol, termasuk di Madrid. Warga pun diminta tak keluar rumah di area yang terdampak karena telah dikeluarkan peringatan dari otoritas akan polusi udara yang parah.

Banyak warga setempat menjumpai debu berwarna kemerahan yang menumpuk di rumah, jalanan maupun kendaraan. Langit menjadi oranye dan jarak pandang jadi terbatas. Jika terpaksa keluar rumah, disarankan untuk memakai masker karena bahaya sakit pernapasan.

indeks kualitas udara nasional di Spanyol berada di rating terburuk di ibu kota Madrid dan sebagian wilayah lain. Hal itu dan juga fenomena langit oranye disebabkan oleh debu dari Gurun Sahara, Seperti dikutip detikINET dari Euro News (18/3/2022).

Debu Sahara mencapai wilayah Spanyol dan negara Eropa lainnnya setiap tahun, ketika angin panas membawanya. Bahkan pada tahun 2020, debu dari Sahara menjangkau wilayah Amerika Utara dan Selatan.

Pada saat itu, debu Sahara yang terbawa diperkirakan mencapai 24 ton dan astronaut di International Space Station sampai bisa memotretnya dari luar angkasa

Lembaga riset Climatology Laboratory at the University of Alicante menyebut bahwa saat ini, kualitas udara di Spanyol lebih buruk dari India dan China, negara yang terkenal karena polusinya.

Tapi sisi lain, di samping langit oranye dan polusi, debu masif dari Sahara itu juga mengandung manfaat. Misalnya, ia membawa mineral yang berguna bagi tanaman serta kehidupan di lautan.

Massa udara panas dari Afrika ini juga akan memicu turunnya hujan, di mana Spanyol belakangan ini dilanda kekeringan cukup parah. Dalam 3 bulan terakhir tahun 2021, Spanyol mencatat hanya 35% hujan dari biasanya dan bahkan tidak ada hujan lagi setelahnya.(mk/detik).

Print Friendly, PDF & Email