China Kembali Gelar Kuliah Umum dari Luar Angkasa

Kuliah Umum dengan Astronot. (F: Ist)

Marwahkepri.com, Jakarta – China kembali menggelar kuliah umum dari luar angkasa. Kuliah umum ini disampaikan oleh astronot China di Stasiun Luar Angkasa Tianggong. Kuliah umum dari luar angkasa tersebut digelar karena banyak pelajar yang menyukainya.

kuliah umum tersebut digunakan untuk menjawab kembali seluruh rasa penasaran anak-anak muda muda China tentang aktivitas di luar angkasa, terutama di Tianggong, Kabar tersebut disampaikan China Manned Space Agency (CMSA). Mengutip dari laman Xinhua,

Sebelumnya, kuliah umum langsung dari luar angkasa pertama dilakukan pada 9 Desember 2021. Kuliah umum tersebut dipandu oleh astronot Shenzhou-13 Zhai Zhigang, Wang Yaping, dan Ye Guangfu.

Kuliah umum dari luar angkasa ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi anak muda untuk mengembangkan minat mereka pada penerbangan luar angkasa, khususnya bagian spaceflight dan exploration.

Kuliah umum ini tidak hanya ditujukan untuk anak-anak sekolah. Masyarakat umum juga dapat mengikuti kuliah umum ini karena disiarkan melalui internet.

Saat kuliah umum pertama, para kru dari Shenzhou-13 menyampaikan materi kepada total 1.420 siswa dari lima ruang kelas di seluruh China. Pembelajaran tersebut mencakup tur stasiun ruang angkasa, eksperimen sains dan teknologi, dan penjelasan kepada siswa cara menjalani hidup dan bekerja di stasiun luar angkasa.

“Sedangkan isi kuliah kedua yang akan datang telah dipilih dari opini dan saran yang dikumpulkan dari publik, dan telah dirancang dengan baik sesuai dengan kondisi fasilitas di stasiun luar angkasa negara itu,” tulis CMSA seperti dikutip Xinhua.

Adapun kuliah umum dari luar angkasa bukan merupakan hal yang asing bagi warga China. Sebelum kuliah yang diberikan oleh awak astronot Senzhou-13, China juga pernah melakukan hal yang sama pada 20 Juni 2013.

Perlu diketahui, tiga astronot China yang pergi ke luar angkasa dengan pesawat ruang angkasa Shenzhou-13 dan memasuki stasiun luar angkasa China pada 16 Oktober 2021. Misi ke luar angkasa tersebut bertujuan untuk pembangunan stasiun ruang angkasa berawak terlama di negara tersebut.(mk/detik)

Print Friendly, PDF & Email