Telan Anggaran Ratusan Milyar, SKPT Natuna Belum Sumbang PAD

NATUNA (marwahkepri.com) – Sejak diresmikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada tahun 2019, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Selat Lampa, belum memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Menghabiskan anggaran sebesar Rp 221.7 milyar, SKPT Natuna dibangun sebagai pusat kegiatan perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711, meliputi Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut Natuna utara.

Dengan banyaknya kapal penangkap ikan di wilayah WPP-711 dapat menjadi potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sayangnya entah kenapa ? lebih dari 600 kapal izin pusat beroperasi di WPP-711, enggan mendarat di SKPT Natuna. Inilah yang menjadi salah satu penyebab minimnya pemasukan dari sana.

Dengan berjalannya berbagai kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan, diharapkan bisa menghidupkan perekonomian masyarakat Natuna.

“Masalah ini sudah kita pertanyakan kepada KKP hari Jumat kemarin di Jakarta, kenapa kapal-kapal beroperasi di wilayah laut Natuna tidak bersandar di Selat Lampa,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna, Hendry FN, Selasa 15 Maret 2022.

Padahal kata politisi Partai Demokrat ini, dengan adanya pelelangan ikan di SKPT, Pemda Natuna dapat memungut retribusi untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Dirjen Tangkap KKP berdalih, selama ini kapal yang menangkap ikan di WPP-711 bersandar dapat bersandar di empat lokasi. Sehingga mereka punya pilihan mau berlabuh dimana.

“Kata mereka, kedepannya kapal-kapal itu akan dibagi ke empat lokasi tersebut, supaya merata”.

Pria asal Sumatera Utara ini mengatakan, selain mendapat retribusi dari pelelangan ikan, seiring waktu, kegiatan ekonomi lainnya juga akan berjalan.(mk/nang)

Print Friendly, PDF & Email